Pencairan UGR Tol Jogja-YIA, BPN Kulonprogo Siapkan Rp131 Miliar
BPN Kulonprogo menjadwalkan dua kali UGR Tol Jogja-YIA pada Agustus dengan total nilai mencapai sekitar Rp131 miliar.
Sejumlah orang tua dan wali murid mendatangani SD Negeri Kranggan, Kapanewon Galur, Kamis (25/6/2026). Mereka datang meminta bantuan guru dalam mengakses sistem pendaftaran SPMB SMP dan mengunggah dokumen yang diperlukan./ Harian Jogja-Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Kulonprogo resmi dimulai pada Kamis (25/6/2026) dengan mekanisme yang sepenuhnya dilakukan secara daring.
Meski demikian, sejumlah wali murid masih memilih datang ke sekolah asal untuk mendapatkan bantuan dan pendampingan saat melakukan pendaftaran.
Fenomena tersebut terlihat di SD Negeri Kranggan, Kapanewon Galur. Sejak pagi hingga siang hari, beberapa orang tua siswa datang bersama anak mereka untuk meminta bantuan guru dalam mengakses sistem pendaftaran SPMB dan mengunggah dokumen yang diperlukan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi layanan pendidikan ke sistem digital belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan pendampingan langsung, terutama bagi wali murid yang belum terbiasa menggunakan teknologi informasi.
Kepala SD Negeri Kranggan, Winarsih, mengatakan sekolah secara rutin menyediakan layanan pendampingan pendaftaran setiap tahun, termasuk setelah sistem seleksi beralih sepenuhnya ke platform online.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang merasa kurang percaya diri melakukan pendaftaran secara mandiri karena khawatir melakukan kesalahan yang dapat memengaruhi peluang anak mereka diterima di sekolah tujuan.
“Banyak wali murid yang belum terbiasa dengan teknologi, belum akrab dengan internet, atau masih ragu dengan proses pendaftaran karena takut anaknya tidak lolos seleksi akibat kesalahan teknis,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Tidak Hanya Membantu Pendaftaran
Winarsih menegaskan layanan yang diberikan sekolah bukan sekadar membantu proses unggah dokumen ke sistem SPMB.
Guru juga memberikan konsultasi mengenai pilihan sekolah yang sesuai dengan kemampuan akademik siswa sehingga orang tua dapat mengambil keputusan secara lebih rasional.
Menurutnya, guru kelas memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan akademik peserta didik sehingga dapat memberikan masukan terkait peluang diterima di sekolah tertentu.
Pendampingan tersebut juga bertujuan mengurangi kebingungan orang tua yang sering kali harus mencari informasi dari berbagai sumber dengan tingkat akurasi yang berbeda-beda.
“Kami ingin membantu meringankan beban orang tua sekaligus memberikan gambaran yang realistis mengenai peluang anak mereka,” katanya.
SMPN 1 Galur Masih Jadi Favorit
Mayoritas lulusan SD Negeri Kranggan tahun ini diketahui memilih SMP Negeri 1 Galur sebagai tujuan utama melanjutkan pendidikan.
Sekolah tersebut selama ini dikenal memiliki reputasi akademik yang baik sehingga menjadi salah satu tujuan favorit siswa dari wilayah Galur dan sekitarnya.
Pada tahun ajaran ini, SD Negeri Kranggan meluluskan 15 siswa dengan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) berkisar antara 202 hingga 266.
Winarsih memastikan pihak sekolah tetap memberikan pendampingan kepada para lulusan meskipun mereka secara administratif sudah tidak lagi menjadi peserta didik SD Negeri Kranggan.
“Kami tetap berusaha mendampingi mereka agar dapat diterima di sekolah lanjutan yang sesuai,” ujarnya.
Sistem Berjalan Lancar
Sementara itu, Operator Teknis SPMB SMP Negeri 1 Galur, Muhammad Nurrudin, mengungkapkan proses pendaftaran sejauh ini berlangsung relatif lancar.
Kuota penerimaan siswa baru di SMP Negeri 1 Galur tahun ini mencapai 128 peserta didik yang terbagi dalam empat rombongan belajar.
Menurut Nurrudin, sempat terjadi gangguan teknis atau bug pada sistem di beberapa kesempatan. Namun, kendala tersebut dapat segera ditangani oleh tim pengembang aplikasi sehingga tidak mengganggu proses seleksi secara signifikan.
Ia juga mengakui SMP Negeri 1 Galur masih menjadi tujuan utama bagi lulusan SD di wilayah Galur dan Lendah.
“Banyak yang mendaftar karena sekolah ini menjadi pilihan favorit. Ada juga calon siswa yang hanya memantau hasil seleksi dan akhirnya tidak melanjutkan pendaftaran karena mempertimbangkan nilai yang dimiliki,” katanya.
Pelaksanaan SPMB secara penuh daring di Kulonprogo menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan pendidikan. Namun, pengalaman hari pertama pendaftaran menunjukkan bahwa pendampingan dari sekolah masih menjadi kebutuhan penting bagi sebagian orang tua untuk memastikan proses berjalan tanpa kendala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPN Kulonprogo menjadwalkan dua kali UGR Tol Jogja-YIA pada Agustus dengan total nilai mencapai sekitar Rp131 miliar.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.