AI Masuk E-Katalog, Luhut Klaim Anggaran Bisa Hemat 30 Perse
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
WATES-Kurangnya konsep pembinaan olahraga di Kulonprogo membuat banyak atlet berbakat di daerah tersebut dibajak daerah lainnya.
Kabid Pendidikan Nonformal Informal Kesenian dan Olahraga Dinas Pendidikan Kulonprogo, Eko Teguh Santosa mengatakan, kurangnya anggaran membuat pencetakan atlet berbakat di daerahnya menjadi kendala.
Akibatnya, banyak atlet memilih hijrah untuk membela daerah lain lantaran telah di daerah tersebut disiapkan anggaran khusus untuk pembinaan olahraga.
"Salah satu bukti nyata beberapa tahun lalu. Ada atlet atletik yang berprestasi tapi sekarang sudah membela Sleman," kata Eko.
Melihat permasalahan itu, Ia melanjutkan, pihaknya tak bisa berbuat apa-apa untuk menanggulangi hal itu.
Sementara salah satu tokoh olahraga Kulonprogo Ferry Kuahaty menolak anggapan jika permasalahan pembinaan olahraga di kabupaten itu terletak pada minimnya anggaran. Pelatih Tinju ini menilai kurangnya konsep pembinaan membuat pembinaan olahraga di Bumi Menoreh, terhambat.
"Kalau hanya bilang anggaran kecil, menurut saya tidak mendidik karena melemahkan spirit. Seharusnya pembina olahraga dalam hal ini KONI serta SKPD terkait berkreasi menggandeng masyarakat, perusahaan daerah dan swasta untuk membiayai," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
YES 2026 merumuskan lima strategi untuk mendorong ekonomi DIY bertumbuh, inklusif, dan resilien di tengah tantangan global.
SEMA UGM membantah klaim Polda DIY soal spicy spray dalam aksi mahasiswa. Cairan disebut antasida untuk penanganan paparan gas air mata.
Sebanyak 60 siswa dua MI di Ceper, Klaten, mengalami mual, pusing hingga muntah setelah menyantap menu MBG.
Cara mencari KPK dapat dilakukan dengan daftar kelipatan, faktorisasi prima, dan tabel sengkedan. Simak langkah dan contoh lengkapnya.
Pemkot Jogja memperkenalkan Jogja Learning Wallet untuk mengintegrasikan pengembangan kompetensi ASN berbasis data.