BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
GUNUNGKIDUL-Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari menahan dua bocar berumur 14 tahun, berinisial CH dan EN di Rutan kelas II B Wonosari sejak dua hari lalu. Keduanya ditahan karena kasus pencurian rongsokan pada 5 Maret lalu. Orangtua tersangka pun mendatangi Kejari untuk minta penangguhan penahanan, Rabu (24/4)
Mujiono, ayah dari CH mengatakan, dia datang ke Kejari minta penahanan anaknya ditangguhkan karena khawatir pergaulannya di dalam tahanan sehingga akan mengganggu psikologis anak. “Saya khawatir anak saya yang baik malah terpengaruh,” ucapnya.
Mujiono menginginkan anaknya cukup menjadi tahanan kota atau tahanan rumah seperti saat masih diproses di kepolisian. Polisi memilih tidak menahan karena masih dibawah umur dan hanya dikenakan wajib apel.
CH ditangkap polisi bersama EN dan kelima tersangka lainnya pada 5 Maret karena telah mencuri rongsokan di sekitar Pasar Besole, Wonosari.
Hasil penyidikan kepolisian, CH tidak ditahan sementara yang lainnya ditahan. Berkasnya sudah selesai (P21) sejak Selasa (23/4) lalu dan diserahkan ke kejaksaan.
Menurut Mujiono anak pertamanya itu baru pertama kalinya berurusan dengan hukum karena terpengaruh temannya. Awalnyasetelah pulang kerja sebagai penjaga usaha isi ulang air, CH dipanggil temannya kemudian diajak pesta minuman keras.
Seusai pesta miras, CH disuruh untuk mengangkut rongsokan dengan upah Rp35.000. “Anak saya tidak tahu kalau rongsokan itu hasil curian” ulasnya.
Sementara itu Kejaksan beralasan menahan keduanya karena dikhawatirkan melarikan diri. Sebab, salah satunya EN merupakan residivis yang sudah perhan dihukum karena kasus pencurian.
“Berkas pemeriksaannya [CN] menjadi satu dengan tersangka EN yang residivis. Kami memilih menahannya karena khawatir melarikan diri, siapa yang bertanggungjawab” kata Kasi Pidana Umum Kejari Wonosari, Paulus Krisna Hadi.
Krisna mengatakan, pihaknya juga tidak mengabulkan permintaan Mujiono karena berkas CH akan segera diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN).
“Rencana hari ini kami limpahkan ke pengadilan,” katanya. Krisna berharap Pengadilan cepat mempros dan cepat selesai karena tersangka masih di bawah umur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Listyo Sigit resmi jadi KSP. Ia siap mengambil keputusan dalam situasi sulit hingga memanggil menteri untuk mempercepat program Presiden Prabowo.
Reviu RTRW Gunungkidul ditargetkan menjadi perda sebelum 7 Oktober 2026. Regulasi baru diharapkan mendorong pemerataan pembangunan.
OJK mencatat Rp811,1 miliar dana korban scam berhasil diblokir. Sebanyak Rp207,16 miliar telah dikembalikan kepada korban.
Pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Jogja, mencapai 91,407 persen dan ditargetkan rampung 6 Desember 2026.
Presiden Prabowo berkomitmen membangun ekosistem sepak bola hingga daerah dan menggandeng klub profesional bersama FIFA.