Dua Pemuda Bantul Raih Pemuda Pelopor Tingkat Nasional

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTOAKSI SIMPATIK SELAMATKAN KPK -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-UGM melakukan aksi simpatik di Bundaran UGM, Sleman, Jumat (28 - 10). Momentum Hari Sumpah Pemuda digunakan para mahasiswa ini untuk menggelar aksi penyelamatan KPK untuk apat bangkit melawan korupsi dan mampu mewujudkan kesejahteraan Indonesia.
29 Oktober 2013 14:10 WIB Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Dua pemuda terbaik Kabupaten Bantul terpilih sebagai pemuda pelopor tingkat nasional dalam bidang seni budaya dan bidang teknologi tepat guna.

Dua pemuda Bantul tersebut tengah mengikuti kegiatan di Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta dan mengikuti upacara peringatan sumpah pemuda tingkat nasional dipusatkan di Kalimantan Timur.

“Secara resmi kami sudah mendapatkan hasilnya. Untuk tingkat nasional dua pemuda yang kami kirimkan ke ajang nasional terpilih pemuda pelopor tingkat nasional,” kata Kepala Seksi Pemuda Kantor Pemuda dan Olahraga Pemkab Bantul Dahroni, Senin (28/10).

Menurut Dahroni, kedua pemuda terbaik tersebut adalah Erwanda Bayu Kuntani peraih pemuda pelopor juara I. Ia adalah mahasiswa yang selama ini gigih menjadi pelopor dalam pelestarian seni budaya tradisional di tempat tinggalnya.

Adapun Wiwit Hestrada pemuda pelopor III nasional bidang teknologi tepat guna dengan mengubah cara kerja sepeda motor bensin menjadi gas elpiji yang lebih hemat dan ramah lingkungan yang cukup berguna bagi masyarakat ditengah terkena dampak dari kenaikan harga BBM.

Erwanda, diakui Dahroni, memang selama ini terpanggil mengembangkan seni budaya tradisi. Kegigihan melestarikan seni tradisional ditunjukkan sudah cukup lama dan tidak secara instan. Mahasiswa yang tinggal di Dusun Karang Gede, Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak terpanggil mengembangkan seni tradisional dengan membentuk sanggar seni di rumahnya sekaligus menjadi tempat latihan bersama masyarakat sekitarnya.

“Tidak saja kesenian reog atau jathilan, Erwanda juga menekuni seni karawitan yang hidup di kampungnya selain juga ragam dolanan anak,” tambah Dahroni.

Adapun Wiwit, pemuda pelopor III nasional bidang tepat guna tak kalah dalam berkiprah. Hobinya di bidang otomotif mampu mempelopori masyarakat dengan mengubah sepeda motor berbahan bakar bensih menjadi gas elpiji.

“Secara hitungan ini jauh lebih irit dibanding bensin dan ini mulai dikembangkan sekaligus dikenalkan pada masyarakat luas,” tambah Dahroni.

Seleksi pemuda pelopor Bantul diawali dari tahap paling bawah dengan megambil pemuda desa yang memiliki kiprah dalam mempelopori hal yang positif dan menonjol ditengah masyarakat.

Dari sekesi ketat tingkat desa ini, Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul memiliki lima pemuda untuk di kirim ke tingkat DIY. Sementara itu, dari lima duta Bantul terpiih tiga pemuda maju ke tingkat nasional dan dua diantaranya berhasil menyabut kejuaraan pemoda pelopor tahun 2013.