Jembatan Lintas Provinsi ini Hanya Pakai Penopang Kayu

06 Februari 2014 13:13 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kondisi fisik Jembatan Kalikatul yang berada di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang Kulonprogo kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal jembatan itu merupakan akses penghubung dengan Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Penopang jembatan hanyalah gelondongan pohon kelapa yang saling direkatkan melintang membelah sungai. Belum ada renovasi menjadi jembatan yang lebih kokoh lantaran posisinya yang berada di perbatasan.

Nuryanto, salah satu tim pelaksana kegiatan (TPK) Kecamatan Kalibawang mengungkapkan, selama ini belum terjalin kesepakatan untuk mengupayakan pembiayaan gabungan dari dua wilayah yang berada di antara jembatan itu.

Kondisi jembatan juga jembatan penghubung antarkampung meski posisinya di perbatasan antarprovinsi.

"Jadi ya terkatung-katung sampai saat ini rencana pembangunannya. Dulu kami bersama warga hendak membangun jembatan beton, tapi ya enggak jadi karena aneh saja, masak kami yang mengupayakan pendanaan secara sepihak, kan artinya juga jadi tanggung jawab wilayah sebelah (Magelang)," ujarnya saat ditemui, Rabu (5/2/2014).

Sementara jembatan merupakan sarana vital bagi warga di dua wilayah tersebut untuk menuju wilayah masing-masing. Kendati begitu, Nuryanto mengakui pihak yang lebih banyak memanfaatkan keberadaan jembatan adalah warga Kulonprogo.

Pasalnya banyak warga Banjaroya yang bersekolah dan berjualan di daerah Borobudur.

"Kami tidak memungkiri, warga Kalibawang yang banyak memanfaatkan keberadaan jembatan," tandasnya.

Atas dasar itulah, TPK Kalibawang lantas mengupayakan rencana pembangunan jembatan yang lebih kokoh menggunakan dana program PNPM Mandiri. Sejauh ini pihak pemerintah Desa Bigaran, Kecamatan Borobudur juga sudah ditembusi mengenai rencana pembangunan jembatan itu.

Kendati belum memberikan jawaban, namun warga Borobudur sudah memberi respons positif bakal membantu gotong royong saat pembangunan berlangsung.

"Tapi ya proposal pembangunan baru kami ajukan. Kalau disetujui, 2015 nanti pembangunan bisa dimulai," tandasnya.

Supadai, 70, salah satu warga Banjaroya berharap rencana pembangunan jembatan bisa direalisasikan secepat mungkin. Pasalnya, selama ini jembatan sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Terlalu berisiko jika kendaraan roda empat nekat melintas.

"Selain itu tiap tahun sekali kami repot mengganti gelondongan kayu penopangnya karena sudah mulai lapuk," paparnya.