STOK DARAH PMI JOGJA : DBD di Jogja Meningkat Permintaan Darah Naik

Ilustrasi mengambil darah (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
18 Maret 2015 10:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Stok darah PMI Jogja masih belum ideal, apalagi dengan adanya Kasus DBD yang meningkat sehingga permintaah darah di PMI juga naik

Harianjogja.com, JOGJA- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja saat ini baru bisa menyediakan 700 kantong darah. Padahal idealnya stok darah yang disiapkan sebanyak 3.000 hingga 4.000 kantong darah per bulannya.

Jumlah tersebut merupakan jumlah yang didapat seusai menggelar kegiatan donor darah, bekerja sama dengan pihak swasta pada Minggu (15/3/2015).

Usai kegiatan tersebut, total PMI Kota Jogja memiliki 966 kantong darah, kemudian dengan tingginya permintaan, hingga Selasa (17/3/2015) pagi, PMI Kota Jogja memiliki 700 kantong darah.

Sekretaris PMI Kota Jogja, Harris Syarief Usman menerangkan, dengan adanya siklus lima tahunan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jogja, PMI mengalami peningkatan permintaan darah, baik dari wilayah Kota Jogja dan sekitarnya.

Pada hari biasa, PMI mendapat permintaan 100 kantong darah, kini ada permintaan 150 hingga 200 kantong darah per harinya. Meski pada Januari 2015 pihaknya sempat mengalami kekosongan persediaan darah, Harris menyatakan stok darah saat ini dalam kondisi aman.

"Dengan tren DBD yang meningkat, sepertinya permintaan darah juga akan mengalami peningkatan. Maka kami saat ini terus melakukan jemput bola, serta bekerja sama dengan Karang Taruna di 45 kelurahan," ujar Harris, Selasa (17/3/2015).

Pihaknya saat ini mengeluhkan minat anak muda untuk melakukan donor darah dengan beragam alasan. Dengan kerja sama dengan Karang Taruna di kampung-kampung donor darah di Kota Jogja akan semakin ditingkatkan.

Terpisah, salah seorang warga Sorosutan, Rina mengungkapkan dirinya memiliki alasan sendiri yang menyebabkan ia jarang melakukan donor darah.

"Sebelum melakukan donor darah tentu ada pemeriksaan. Dan berat badan saya kurang, saya juga punya tekanan darah rendah," ungkapnya.