UN SMP 2015 : Jelang Ujian, Warga Diminta Jaga Suasana Kondusif agar Anak Tenang Belajar

Siswa SMPN 4 Klaten tampak serius mengerjakan mata uji Bahasa Indonesia dalam Ujian Nasional (UN) 2014 yang digelar di sekolah setempat, Senin (5/5/2014). (JIBI/Solopos - Shoqib Angriawan)
03 Mei 2015 10:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

UN SMP 2015 di Sleman, warga diminta menjaga suasana tetap kondusif agar anak bisa mengerjakan ujian dengan tenang

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Arif Haryono, meminta agar warga mampu menjaga ketenangan di lingkungan tempat tinggalnya, jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP.

Kepada masyarakat, Arif meminta agar mampu menjaga ketenangan di lingkungan tempat tinggalnya. Jam belajar masyarakat yang telah tertuang dalam plang-plang di pinggir jalan hendaknya ditaati.

“Biar siswa nyaman belajarnya,” kata Arif, Jumat (1/5/2015).

Ia berharap agar peserta UN SMP di Sleman mampu meraih nilai yang tinggi.

Agar isu kebocoran soal seperti UN SMA lalu tidak terjadi pada peserta UN SMP, Arif meminta agar para siswa tetap teguh dengan pendiriannya. Ia mengimbau agar peserta UN belajar giat sehingga pada pelaksanaan UN dapat mengerjakan soal secara mandiri.

Hal terpenting ketika ada yang menawarkan kunci jawaban, siswa tidak akan terkecoh. “Maka dari itu silakan anak-anak belajar yang giat. Percaya pada diri sendiri. Begitu pula dengan orang tuanya. Tolong kasih suasana di rumah yang kondusif untuk belajar. Terus lakukan bimbingan dan pengawasan,” ucapnya.

Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan, Ery Wirdayana mengatakan, tahun ini UN SMP/MTs Sleman diikuti sebanyak 14.080 siswa. “Pengawas silang ada 1.554 dan membutuhkan 177 ruangan,” jelasnya.

Semua peserta akan mengikuti UN mulai Senin (4/5/2015) sampai Kamis (8/5/2015) yang terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Bagi peserta yang tidak bisa hadir pada pelaksanaan UN maka dapat mengikuti UN Susulan pada 11-14 April atau satu minggu setelah pelaksanaan UN bersama.