KELANGKAAN GAS ELPIJI : Ledakan Jumlah Pengecer Diduga Jadi Pemicu

Salah satu pemilik pangkalan gas elpiji di Sukoharjo menjual barang dagangannya dengan harga normal , Jumat (12/9/2014). (Iskandar/JIBI - Solopos)
10 Mei 2015 07:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Kelangkaan gas elpiji diduga salah satunya dipicu ledakan jumlah pengecer

Harianjogja.com, SLEMAN—Semakin bertambahnya pengecer gas elpiji ukuran tiga kilogram (3 kg) diduga memicu kelangkaan yang terjadi saat ini. Hal itu dikemukakan Ketua Hiswana Migas DIY, Siswanto, Jumat (8/5/2015).

"Ya bisa jadi karena itu [ledakan pengecer gas 3 kg]," kata Siswanto saat ditanya soal kelangkaan gas yang terjadi di berbagai daerah.

Secara tertulis, Hiswana memang tidak sampai menjangkau data jumlah pengecer di Sleman, namun pihaknya dapat memastikan bahwa jumlah pengecer gas 3 kg atau biasa disebut gas melon kian bertambah.

Menurut Siswanto, pasokan gas elpiji dari Hiswana ke agen masih sama dengan sebelumnya. Setiap hari, Hiswana mendistribusikan gas melon ke agen-agen di wilayah Sleman sebanyak 29.000 tabung, sehingga jika ada kelangkaan, hal itu dapat terjadi di tingkat pengecer.

Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg sedikit banyak juga memengaruhi migrasi pelanggan ke gas melon. Selain itu, tingkat penggunaan kompor tungku yang semakin rendah juga memicu meningkatnya kebutuhan akan gas elpiji.

Kondisi ini pun dimanfaatkan sebagian besar toko kelontong untuk menjual elpiji 3 kg. Semakin maraknya penjual LPG melon bisa menjadi penyebab kelangkaan yang saat ini dikeluhkan para pengecer.

Sementara itu, pengelola agen elpiji tiga kilogram PT Wina Bunda Utama di Sleman, Hartinah mengatakan, setiap hari pihaknya menerima sekitar 3.300 tabung.

Angka tersebut tidak berubah meski harga eceran tertinggi (HET) sempat naik Rp1.500 beberapa waktu lalu. "Dari dulu tabung yang masuk kisaran 3.300 per hari dan selalu kami distribusikan ke pangkalan-pangkalan, masing-masing mendapat sekitar 50 tabung," tutur Hartinah saat ditemui di lokasi kerjanya di SPBU Medari, Sleman.

Meski pengecer mengeluhkan kelangkaan, pihaknya tidak mengalaminya. "Kalau kami [agen], pasokan yang masuk ya tetap sama. Kalau langka mungkin di tingkat pengecer," katanya lagi.