Ratusan Siswa SMA 1 Pengasih Ikut Pelatihan Antikorupsi

Beberapa siswa mengikuti sosialisasi anti korupsi di dalam bus pembelajaran KPK yang diparkirkan di halaman SMA Negeri 1 Pengasih, Kulonprogo, Selasa (12/5/2015). (Rima Sekarani/JIBI - Harian Jogja)
13 Mei 2015 11:21 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Ratusan siswa SMA 1 Pengasih ikut pelatihan dan sosialisasi antikorupsi

Harianjogja.com, KULONPROGO-Ratusan siswa SMA Negeri 1 Pengasih mengikuti sosialisasi dan pelatihan anti korupsi oleh tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (12/5/2015). Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi.

Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Anisa Nurlitasari mengungkapkan, para peserta diminta membuat majalah dinding tentang anti korupsi untuk memudahkan pemahaman materi. Sebagian siswa juga secara bergiliran mengikuti sosialisasi di dalam bus pembelajaran KPK.

“Ada 10 dekstop yang berisi berbagai permainan dan materi pengetahuan seputar korupsi,” jelasnya.

Menurut Anita, kegiatan tersebut digelar sesuai tupoksi KPK untuk memberikan pendidikan anti korupsi di semua jenjang pendidikan. “Anak-anak adalah tunas integritas. Jadi kami berusaha menanamkan nilai integritas sejak dini,” ucapnya.

Anisa berharap, para peserta sosialisasi bisa menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan bisa bersikap dan bertindak jujur, mandiri, tanggung jawab, serta adil.

“Misalnya saja seperti siswa SMA Negeri 3 Jogja yang kemarin jujur dan berani mengadukan hal dia anggap salah. Kami ingin ada banyak anak-anak yang seperti itu,” paparnya kemudian.

Selain SMA Negeri 1 Pengasih, ada dua sekolah lain di Kulonprogo yang jadi sasaran sosialisasi KPK. “Kemarin [Senin] di SMP Negeri 2 Pengasih. Besok [Rabu] di SMA Negeri 2 Wates,” ungkap Anisa.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Pengasih, Agus Sumboro berharap siswa-siswanya bisa menjadi generasi berkepribadian anti korupsi. Sosialisasi tersebut juga dianggap turut andil dalam upaya pendidikan karakter.