UJIAN SD 2015 : 20 Siswa Terpaksa Ujian di Sekolah Lain

ujian SD (ilustrasi)
19 Mei 2015 12:19 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Ujian SD 2015 di Kulonprogo, sebanyak 20 siswa terpaksa ujian di skeolah lain karena terkendala akreditasi

Harianjogja.com, KULONPROGO-Ujian Sekolah Madrasah (US/M) tahun 2015 di Kabupaten Kulonprogo diikuti 5.772 peserta. Namun, 20 orang diantaranya tidak bisa mengerjakan ujian di sekolah sendiri karena terkendala akreditasi.

Panitia US/M Kulonprogo, Bekti Suryono mengungkapkan, hanya satu sekolah di Kecamatan Galur yang belum diizinkan jadi penyelenggara USM tahun ini. "SD IT Mutiara Insani menggabung ke SD Negeri 1 Pandowan," kata Bekti, saat ditemui di Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kulonprogo, Senin (18/5/2015).

Secara umum, total SD dan MI di Kulonprogo mencapai 367 sekolah. Namun, hanya 361 sekolah yang jadi penyelenggara US/M. Selain SD IT Mutiara Insani, masih ada lima sekolah lain, yaitu SD Maarif Nurul Jannah di Temon, SD IT Ibnu Abbas III di Kalibawang, SD IT Generasi Mulia di Nanggulan, serta MI Al Falah Kaliwiru dan MI Maarif Nurul Haromain di Sentolo. “Kelimanya memang belum memiliki siswa kelas VI,” ungkap Bekti.

Sementara itu, Kepala Dindik Kulonprogo, Sumarsana mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan adanya dua peserta US/M yang sedang dirawat di rumah sakit. Mereka berasal dari SD Negeri Gebangan, Pengasih dan SD Negeri Kalikutuk, Sentolo.

“Satu siswa SD Negeri Gebangan tidak bisa ikut ujian karena masih dirawat di RSUP Dr.Sardjito, sedangkan satu siswa lain dari SD Negeri Kalikutuk masih bisa mengerjakan ujian meski dia ruang rawat inap RSUD Wates,” paparnya.

Sumarsana menjelaskan, panitia penyelenggara US/M dari SD Negeri Gebangan mengirimkan tim pengawas untuk melaksanakan ujian darurat di RSUD Wates. “Siswa bersangkutan jatuh saat bersepeda pada Sabtu (16/5/2015) kemarin. Namun, dia masih mampu ikut ujian,” ujarnya.