PENELITIAN MAHASISWA : Mediaglow, Sarung Tangan Berlampu untuk Dokter Gigi

Mediaglow alat untuk membantu pemeriksaan rongga mulut karya mahasiswa UGM (JIBI/Harian Jogja - dok.Humas)
30 Mei 2015 07:20 WIB Mediani Dyah Natalia Sleman Share :

Penelitian mahasiswa UGM membuahkan mediaglow untuk membantu pemeriksaan rongga mulut.

Harianjogja.com, SLEMAN-Mempermudah tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan rongga mulut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan portable medical finger glow (Mediaglow).

Adalah, Silva Eliana Aspriyanti, Ratih Setyawati (Fakultas Kedokteran Gigi),  Zakaria Abdur Rahman , Dennis
Atyugrastiwi (Teknik Industri) dan Muhammad Belva Ababil (Teknik Mesin). Kelima mahasiswa dari berbagai latar belakang ini mendesain dan menciptakan alat untuk tenaga medis.

Silva mengatakan pengembangan Mediglow berawal dari kondisi tenaga medis yang seringkali merasa kesulitan saat melakukan pemeriksaan gigi. Dalam melakukan pelayanan kesehatan, dokter gigi memerlukan alat penerangan rongga mulut seperti senter sebagai sumber cahaya. Sementara itu juga masih harus memegang alat periksa gigi lainnya.

“Kegiatan ini mempersulit kerja dokter karena harus memegang dua alat sekaligus,”jelasnya, Kamis (28/5/2015) di Kampus UGM seperti rilis yang Harianjogja.com terima.

Dari persoalan tersebut, kelimanya mengembangkan alat penerangan jenis LED yang bisa digunakan pada jari dibalik sarung tangan tenaga medis.

“Alat ini mudah digunakan dan bisa dibawa ke mana saja bahkan saat pengabdian di derah pelosok karena bersifat portable,”ungkap Silva.

Untuk penggunaan Mediglow ini tidaklah rumit. Hanya dengan memasang gelang dan cincin Mediglow kemudian menyelimutinya dengan sarung tangan medis, maka alat ini siap untuk digunakan dalam pemeriksaan gigi.

”Gelang dan cincin bisa disesuaikan ukurannya dari S,M,L serta warna dan juga coraknya,” kata Silva.

Selain bersifat portable, alat ini dapat disterilisasi menggunakan ozon dan alkohol. Tidak hanya itu, kata dia, alat ini terbilang ergonomi, dimensi alat disesuaikan dengan dimensi postur kerja manusia sehingga pekerja dapat bekerja dengan nyaman.

Alat ini dikembangkan berkat bantuan dari Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2015. Adapun alat ini dijual dengan harga Rp99.000 dan dipasarkan di seluruh FK di seluruh Indonesia.

"Saat ini kami tengah dalam proses pengajuan paten dari Dirjen HKI,”terangnya.