PENUKARAN UANG BARU : Pendapatan Jasa Penukaran Uang Lebaran Anjlok

Seorang warga menunjukan satu paket penukaran uang baru usai mengantre panjang di loket penukaran uang mobil ATM yang diparkir di halaman Pemkab Kulonprogo, Senin (6/7/2015). (Harian Jogja - Holy Kartika N.S)
12 Juli 2015 02:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Penukaran uang baru untuk pelaku jasa tahun ini mengalami penurunan pendapatan.

Harianjogja.com, JOGJA- Pendapatan jasa penukaran uang pada puasa tahun ini diperkirakan turun drastis. Selain banyak pelaku usaha jasa penukaran uang yang baru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY massif melayani penukaran uang secara mobile untuk masyarakat.

Sejumlah pelaku usaha jasa penukaran uang yang ditemui Harianjogja.com di jalan Senopati Jogja mengakui, ?pendapatan mereka turun drastis akibat sepinya masyarakat melakukan penukaran uang di jalanan. Tak pelak, hampir semu pelaku terpaksa membanting harga dan mengambil keuntungan sedikit.

"Kalau biasanya kami mengambil untung 15-20 persen, sekarang hanya bisa 10 persen. Tapi daripada tidak dapat untung, saya juga banting harga dengan keuntungan 5 persen per transaksi," ujar Suryanto, salah seorang pelaku jasa penukaran uang di depan kantor BI Jogja, Rabu (8/7/2015).

Dia mengaku untuk tahun ini menyiapkan dana sebesar Rp20 juta. Diakuinya, sampai H-10 masih banyak stok uang baru yang disediakan. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan periode yang sama tahun lalu. "Masih banyak stok uangnya. Ya sekitar 80 persen, padahal kalau dulu sudah terserap 50 persen," tandasnya.
Hal senada disampaikan Aryati. ?Tahun ini, dia menyediakan dana pribadi untuk menjalankan bisnis tersebut sekitar Rp50 juta. Sepinya transaksi penukaran uang melalui jasa penukaran di jalanan, katanya, disebabkan oleh kondisi ekonomi nasional yang tengah lesu. "Selain itu, lebaran tahun ini berdekatan dengan masa pendaftaran sekolah. Apalagi, bank-bank saat ini banyak yang membuka layanan mobile. Jadi sangat sepi," keluh Aryati, yang diamini oleh Suryanto.

Selain kedua faktor tersebut, lanjut dia, ada kemungkinan para pekerja belum memperoleh dana tunjangan hari raya (THR). Mereka berharap, turunnya THR mampu mendongkrak pendapatan mereka. "Kami berharap semakin mendekati lebaran, semakin ramai. Sehari sebelum lebaran, kami bisa mengambil keuntungan sampai 25 persen. Kalau tahun ini belum bisa diprediksi," tukas Aryati.
Sementara, Kepala KPBI DIY Arief Budi Santoso mengungkapkan, sejak 6 Juli hingga 15 Juli lalu, pihaknya melayani penukaran uang. Penukaran uang juga dilakukan di 15 titik dengan melibatkan 15 bank. BI menyiapkan dana antara Rp3,8 triliun hingga Rp4 triliun.

Jumlah tersebut, meningkat sekitar 20% dibandingkan 2014 sebesar Rp3,2 triliun. Sementara, realisasi penukaran uang baru di BI DIY, untuk pecahan uang kecil (Rp20.000 ke bawah) mencapai Rp270 M dan pecahan besar (Rp20.000 ke atas) mencapai lebih dari Rp3 Triliun. BI DIY menghimbau agar masyarakat memeriksa secara teliti penukaran uang di jalan agar tidak menerima uang palsu.