GUNUNG MERAPI : Kerangka Manusia Ditemukan 3 Kilometer dari Puncak Merapi

14 Juli 2015 05:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Gunung Merapi, ditemukan kerangka manusia, diduga korban meninggal lebih dari setahun lalu.

Harianjogja.com, SLEMAN - Kerangka manusia ditemukan di bawah Pos Srimanganti kawasan lereng merapi yang berada di Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Senin (13/7/2015) pagi. Kondisi kerangka sudah rusak dengan tanpa identitas diduga sudah lebih dari setahun.

Kapolsek Cangkringan AKP Rubiyanto menjelaskan, temuan kerangka manusia itu kali pertama diketahui oleh tim SAR DIY yang tengah menggelar latihan di kawasan lereng Merapi. Tim SAR yang lebih dahulu menemukan kerangka itu adalah Rido Andi, 22, Kuat Dianto, 26, dan Santoso Widodo, 32, ketiganya merupakan anggota SAR DIY.

Temuan itu tepatnya berada di antara semak-semak yang berjarak sekitar 500 meter ke bawah dari Srimanganti atau tempat labuhan merapi. Temuan itu diperkirakan dengan jarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari puncak Merapi. "Awalnya dari tim SAR latihan. Kemudian yang menemukan melaporkan ke kami di Mapolsek," ungkap Robi, Senin (13/7/2015) siang.

Pihaknya mendatangi lokasi temuan kerangka bersama tim medis untuk sekaligus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasilnya, kata dia, ia memastikan bahwa kerangka yang ditemukan adalah kerangka manusia. Meski demikian tidak ditemukan identitas yang melekat. Selain itu kondisi kerangka sudah rusak dengan terlilit kaos lengan pendek dan celana pendek. "Tidak ada identitas apapun, baju juga sudah rusak," ungkapnya.

Dari hasil analisa postur kerangka itu, dugaannya berjenis kelamin laki-laki. Petugas melakukan evakuasi dengan berjalan kaki dari kawasan Kinahrejo atau area bekas kediaman Mbah Maridjan. Kemudian berjalan menuju TKP arah puncak merapi hingga sampai di titik temuan kerangka. "Sekitar pukul 13.00 WIB sudah selesai dievakuasi dibawa ke RSUP Sardjito," imbuhnya.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus temuan kerangka itu. Robi belum bisa menyimpulkan apakah kerangka itu mayat pendaki atau hanya warga sekitar. Serta belum ada kesimpulan apa penyebab meninggalkan korban di kawasan itu. "Beberapa aksesoris sudah rusak dan tidak bisa dikenali," ungkapnya.