LUMBUNG PANGAN : Baru Direncanakan Pemerintah Pusat, Lumbung Pangan Sudah Ada di Kulonprogo

Buruh panen sedang mengumpulkan gabah hasil panenan dari mesin perontok saat panen padi di Desa Langenharjo, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2015). Saat ini, pemerintah telah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) dari Rp3.300/kg menjadi Rp3.750/kg. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos)
21 Februari 2016 11:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Lumbung pangan sudah berdiri di sejumlah daerah di Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Terkait dengan rencana pemerintah pusat mengembangkan lumbung pangan di berbagai daerah untuk mengatasi paceklik, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kulonprogo beranggapakan bahwa hal tersebut sudah berlaku di Kulonprogo.

Lumbung pangan sendiri sudah tersedia di beberapa kecamatan antara lain Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang, dan Temon.

Sejumlah lumbung pangan yang ada di Kulonprogo dianggap sudah berjalan denganĀ  baik meski masih kurang memadai dari segi volume penyimpanan. Kepala Dispertahut Kulonprogo, Bambang Tri Budi menyatakan bahwa mendatang hanya perlu peningkatan dari segi pengelolaan lumbung tersebut. "Selama ini sudah berjalan baik," ujarnya, Jumat (19/2/2016).

Hanya saja, ia mengakui bahwa diperlukan pengembangan agar lumbung pangan tersebut bisa menampung lebih banyak. Selain itu, mendatang akan dikembangkan agar lumbung tersebut tak hanya mampu menampung gabah namun jenis pangan lainnya seperti jagung.

Merespon rencana dari pemerintah pusat, Bambang menyatakan bahwa bisa dilakukan pengembangan tertentu untuk lumbung pangan tersebut terkait dengan manajemen dan kelembagaannya. Bahkan, bukan tidak mungkin bahwa lumbung tersebut nantinya akan juga bisa menjadi tempat penyimpanan alat-alat pertanian.

Sementata itu, Hadi Purwanto salah satu petani Wates menyatakan bahwa lumbung pangan juga diperlukan di Wates. "Selama ini belum ada, mungkin lebih baik jika ada,"ujarnya.

Menurutnya lumbung pangan sangat membantu petani. Terlebih lagi jika harga yang diterapkan kemudian bisa terus stabil dan tidak merugikan petani.