Bank BPD Syariah Salurkan Modal Bunga Lunak untuk Warga Merapi

Ilustrasi dana pinjaman (JIBI/Solopos - Dok.)
26 Februari 2016 23:20 WIB Kusnul Isti Qomah Sleman Share :

Bank BPD Syariah genap berusia sembilan tahun, dirayakan dengan peluncuran program pemberdayaan ekonomi mikro masyarakat Merapi

Harianjogja.com, SLEMAN--Unit Usaha Syariah PT Bank BPD DIY, Bank BPD Syariah genap berusia sembilan tahun. Hal ini ditandai dengan peluncuran program pemberdayaan ekonomi mikro masyarakat Merapi di Agrowisata, Bangunkerto, Turi, Sleman, Kamis (25/2/2016).

Direktur Utama PT Bank BPD DIY Bambang Setyawan mengungkapkan, program pemberdayaan ekonomi mikro masyarakat Merapi merupakan sebuah program berkelanjutan yang bertujuan untuk mengembalikan kemandirian ekonomi masyarakat korban bencana erupsi Gunung Merapi pada 2010. Program ini dilaksanakan melalui penyaluran dana pembiayan lunak sebagai modal kerja.

"Kami sangat peduli dengan perkembangan usaha mikro kecil," ujar dia ketika ditemui di Agrowisata, Bangunkerto, Turi, Sleman, Kamis (25/2/2016).

Pembiayaan itu disalurkan melalui perantara lembaga linkage yakni BPRS dan BMT setempat. Pada 2011, Bank BPD DIY Syariah bekerja sama dengan lembaga P2EB FEB-UGM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,5 miliar kepada 13 BPRS, BMT atau Koperasi. Pembiayaan itu sudah lunas pada akhir 2015 dengan kondisi lancar.

Penyaluran pembiayaan itu bisa bermanfaat bagi 366 orang dari berbagai sektor yakni pertanian, perdagangan kecil, industri pengolahan, jasa kemasyarakatan sosial budaya, dan perikanan.

Ia menyebutkan, manfaat dari penyaluran dana tersebut terbukti mampu menggairahkan dan menggerakkan kehidupan perekonomian masyarakat. Program ini menarik perhatian Bank Indonesia untuk juga menyalurkan program bantuan dan menjadikan desa tersebut menjadi desa binaan BI.

Adapun bantuan yang diberikan BI berupa alat mengolah salak menjadi olahan kripik salah sehingga hasil produksi salak yang belum laku terjual tidak menumpuk dan membusuk.

"Akan tetapi, dapat dimanfaatkan menjadi kripik salak yang menjadi produk unggulan dan meningkatkan nilai tambah," ungkap dia.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengungkapkan, pembiayaan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang bisa mengakses. Ia berharap, besaran pembiayaan yang diberikan bisa terus meningkat. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk memahami jika pembiayaan yang diberikan berupa pinjaman sehingga harus dikembalikan.

"Kepada BPRS dan BMT yang menyalurkan kami harap bisa saling kerjasama. Jangan ada yang rebutan karena sudah ada peta masing-masing. Saya harap BPD DIY Syariah bisa menjadi pendamping," ujar dia.