PERDAGANGAN MANUSIA : Waspadai Penawaran Kerja Mencurigakan

29 Februari 2016 14:19 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Perdagangan manusia di Kulonprogo belum pernah ditemukan, namun tetap harus diwaspadai

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi mengungkapkan jika Polres Kulonprogo belum pernah menangani kasus perdagangan manusia atau human trafficking.

Meski begitu, masyarakat selalu waspada dan segera melapor ke Polsek terdekat jika menemukan hal mencurigakan yang mengarah pada kasus tersebut.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya bujuk rayu oknum yang menawarkan lowongan pekerjaan dengan syarat mudah dan tidak ribet tapi digaji tinggi.

Nanang mengatakan, modus pelaku biasanya langsung mendatangi rumah-rumah warga, terutama mereka yang berlatar belakang ekonomi rendah. Pelaku juga mengincar anak-anak di bawah umur serta mereka yang belum memiliki pengalaman kerja sehingga tidak memahami prosedur penyaluran tenaga kerja yang benar.

“Misalnya bilang langsung bisa dipekerjakan di restoran tapi ternyata jadi pekerja seks atau buruh murah yang tenaganya dieksploitasi,” ucap Nanang, baru-baru ini.

Nanang memaparkan, hiburan malam berupa kafe dan tempat karaoke rawan menjadi lokasi perdagangan manusia. Itulah mengapa Polres Kulonprogo kerap merazia tempat-tempat hiburan selain untuk menangani kasus peredaran minuman keras dan narkoba.

Walau begitu, hasilnya selama ini masih nihil, termasuk saat razia yang digelar pada sebuah kafe di wilayah Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kamis (25/2/2016) lalu.

Nanang menambahkan, masyarakat harus tetap waspada meski ajakan bekerja dengan persyaratan mudah itu datang dari orang terdekat. Jika ada penawaran kerja yang mencurigakan, lebih baik ditanyakan kepada dinas terkait.

“Terkadang ada yang tidak menyadari telah menjadi korban human trafficking karena terdapat hubungan keluarga, teman, atau majikan. Apa yang terjadi menjadi dianggap biasa atau itu memang bagian dari beban pekerjaan,” ujar dia kemudian.