ChatGPT, Claude, dan Grok Down Bersamaan Malam Ini
ChatGPT, Claude, dan Grok dilaporkan mengalami gangguan bersamaan Kamis malam. Pengguna mengeluhkan error saat mengakses layanan AI.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) provinsi DI. Yogyakarta mengamankan pengemis yang terjaring saat operasi penertiban gelandangan pengemis (gepeng) di jalan Argolubang, Lempuyangan, Yogyakarta, Jumat (14/08/2015). Gelandangan dan pengemis banyak berdatangan pada hari Jumat, seiring banyaknya warga yang bersedekah pada hari tersebut. Masyarakat dihimbau untuk menyalurkan sedekah maupun pemberian lain melalui lembaga amal mapun sosial agar lebih tepat sasaran.
Perda gepeng belum sepenuhnya dapat diterapkan.
Harianjogja.com, JOGJA - Ratusan gelandangan dan pengemis (gepeng) di camp Assessment atau penampungan yang berlokasi di Jalan Parangtritis Km. 5 Sewon, Bantul terancam keberadaannya. Pemda DIY akan menggunakan bangunan yang dihuni ratusan gepeng itu untuk dimanfaatkan sebagai kampus akademi komunitas. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mendesak Pemda DIY untuk segera menyiapkan gedung baru.
Sekretaris Komisi D DPRD DIY Muhammad Yazid mengaku prihatin setelah melakukan kunjungan di camp assesment di bawah naungan Dinas Sosial DIY itu. Permasalahan krusial yang mendesak dipecahkan, kata dia, Pemda DIY bakal memanfaatkan penampungan itu sebagai kampus akademi komunitas pada 2017 mendatang. Padahal Pemda DIY belum menyiapkan tempat yang layak sebagai pengganti. Ia mempertanyakan, alasan pemakaian camp tersebut sebagai kampus.
"Karena itu kami membentuk pansus, atas rasa keprihatinan kami, Pemda tidak punya keseriusan menindaklanjuti Perda No.1/2014 [tentang gepeng]," terangnya di Gedung DPRD DIY, Jumat (7/10/2016)
Padahal Pemda DIY sebenarnya masih memiliki sejumlah aset gedung yang bisa dipakai sebagai kampus akademi komunitas. Upaya untuk tetap mempertahankan camp assessment di Jalan Parangtritis Km. 5, kata politisi PPP ini, bukan tanpa alasan. Mengingat sejumlah warga sekitar lokasi camp sudah bisa menerima para gepeng itu dengan baik tanpa ada penolakan.
Jika Pemda DIY memaksa mengusir mereka demi untuk memanfaatkan gedung tersebut, harus mencari tempat baru yang warga sekitarnya belum tentu bisa menerima mereka. Sebelumnya sempat muncul wacana pembangunan camp assessment pada salahsatu lokasi Kasihan, Bantul, faktanya memang ditolak warga.
"Masalah mendasar adalah kerelaan warga sekitar. Kebanyakan mencari tempat baru ditolak, nah kok justru akan dipindah ini gimana, disana sudah terintegrasi dengan baik," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ChatGPT, Claude, dan Grok dilaporkan mengalami gangguan bersamaan Kamis malam. Pengguna mengeluhkan error saat mengakses layanan AI.
Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC terkena sanksi pengurangan dua poin akibat perubahan home base setelah Club Licensing Cycle 2025/2026 ditutup.
Progres sejumlah proyek jalan kabupaten Sleman melampaui rencana. Jalan Turi-Gondoarum mencatat deviasi positif 55,96 poin persentase.
File penting terhapus di laptop? Simak cara mengembalikan file di Windows dan Mac menggunakan Undo, Recycle Bin atau Trash, hingga aplikasi pemulihan data.
Sebanyak 522 pelajar dari 71 sekolah di DIY dan Jawa Tengah menguji ketelitian mereka dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar di Taman Budaya Embung Gi
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 pada laga HUT ke-97 klub. Van Gastel menyoroti passing dan gol mudah yang membuat Laskar Mataram gagal menang.