TRADISI KULONPROGO : Ikut Lomba Internasional, Ini Keistimewaan Nglarak Blarak

07 Oktober 2016 07:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Tradisi Kulonprogo berupa ngalarak blarak unjuk gigi.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Olah raga tradisional Nglarak Blarak asal Kulonprogo akan mewakili Indonesia dalam The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games 2016. Acara ini akan digelar pada 7 hingga 10 Oktober 2016 di Jakarta.

Olah raga yang dipadukan dengan kesenian tradisional ini menjadi salah satu perwakilan Indonesia untuk diadu dengan 116 negara lainnya. Joko Mursito, koordinator kesenian, mengatakan akan ada 30 orang dalam kontingen yang akan dikirimkan.

Sejumlah pemain ini telah dikarantina khusus untuk mempersiapkan penampilannya selama beberapa hari. Selain melatih kekompakan, karantina ini juga dimaksudkan sebagai fase untuk melatih fisik para pemain. Budi Hartono, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kulonprogo menyatakan rasa bangganya atas keikutsertaan kontingen Kulonprogo dalam ajang berkelas internasional.

Adapun, Nglarak Blarak sendiri dianggap sebagai kombinasi sempurna bagi pendidikan, prestasi, dan rekreasi. Budi berharap bahwa permainan ini nantinya juga bisa disebarluaskan lebih jauh kepada masyarakat awam, khususnya generasi muda. Nglarak Blarak sendiri sebelumnya telah menjadi perwakilan DIY dalam Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional pada 2014 silam.

Yulianto, penarik blarak dalam kontingen tersebut mengatakan bahwa kelompoknya telah melakukan persiapan khusus guna menghadapi ajang ini. “Sudah latihan rutin, seminggu 3 kali,”jelasnya ditemui seusai gladi kotor. Selain unsur seninya, ia mengatakan bahwa permainan ini benar-benar menguras tenaga sehingga dilakukan latihan fisik yang matang.

Sejumlah pemain ini sudah melakukan persiapan khusus selama nyaris satu bulan. Pemain yang terlibat dalam kontingen ini juga sebagain besar merupakan anggota yang juga tampil pada 2014 silam. Nantinya, kontingen akan berangkat ke Jakarta bersama-sama dengan menggunakan bus sembari membawa sejumlah properti yang dibutuhkan.

Nglarak blarak sendiri merupakan permainan dengan menggunakan pelepah daun kelapa, menggunakan kostum, serta diiirngi oleh musik gamelan. Joko memaparkan permainan ini terinspirasi dari aktivitas masyarakat penderes nira kelapa di wilayah Kokap, Kulonprogo.