KECELAKAAN KULONPROGO : Rem Tak Berfungsi, Mobil Tabrak Rumah Warga

-Mobil box yang masuk rumah warga di Dusun Gembongan, Desa Sukoreno, Sentolo, Senin (29/5) malam. (Uli Febriarni/JIBI - Harian Jogja)
30 Mei 2017 15:21 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Akibat rem tidak berfungsi dengan baik, sebuah mobil box milik sebuah minimarket berjejering menabrak rumah seorang warga

Harianjogja.com, KULONPROGO -Akibat rem tidak berfungsi dengan baik, sebuah mobil box milik sebuah minimarket berjejering menabrak rumah seorang warga, di Dusun Gembongan, Desa Sukoreno, Senin (29/5/2017) malam.

Kanit Lantas Polsek Sentolo, Ajun Komisari Polisi Sri Purwati mengungkapkan, berdasarkan pengakuan supir, kendaraan yang kosong muatan tersebut berangkat dari Purbalingga hendak ke Jogja untuk mengambil barang.

Mobil bernomor polisi AB 8452 U tersebut kemudian melintas, di tikungan Jalan Wates-Purworejo, dari arah selatan menuju utara. Saat itu, sekitar pukul 19.30 WIB dan mobil melaju dalam kecepatan sedang. Namun karena rem tak berfungsi secara maksimal, kendaraan lepas kendali.

"Setibanya di lokasi, truk tersebut kemudian membanting stir ke kiri hingga melewati saluran air selebar 50 sentimeter. Akhirnya menabrak dinding rumah milik warga bernama Sukar," kata dia, Senin.

Untuk memastikan kronologi penyebab kejadian, pihaknya sedang mencocokkan pemeriksaan di lokasi kejadian dengan pengakuan pengemudi truk. Diketahui bahwa sopir bernama Saiful Zuhri (26) warga Pucung Kidul, Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kini bangkai mobil box nahas tersebut telah dievakuasi dan diamankan di Mapolsek Sentolo.

Tak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena pemilik rumah beserta anggota keluarganya tengah pergi ke Wonogiri, Jawa Tengah. Namun sebagian dinding rumah dan perabotan rusak. Satu tiang pondasi juga patah. Diperkirakan, kerugian material mencapai sekitar Rp10 juta.

"Tadi saat kejadian sempat ada suara hantaman sebanyak dua kali, yang pertama truk menabrak pohon mangga. Kemudian menabrak dinding rumah," tutur Budi Harjono, warga sekitar yang sempat menyaksikan kejadian.