Sekolah di Gunungkidul Bentuk Tim Sukses UNBK

18 Januari 2018 10:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Sekolah-sekolah tingkat pertama di Gunungkidul mulai mempersiapkan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sekolah-sekolah tingkat pertama di Gunungkidul mulai mempersiapkan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membetuk tim sukses Ujian Nasional.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Saptosari Suyanto mengatakan, tim suskes UN bertujuan untuk memaksimalkan hasil ujian. Tim ini terdiri dari guru-guru yang ada di sekolah.

“Sudah dibentuk dan tim juga sudah memiliki jadwal kegiatan untuk menyambut UNBK,” kata Yanto kepada Harian Jogja, Rabu (17/1/2018).

Menurut dia, pembentukan tim tidak hanya mengaju pada persiapan akademik untuk mata pelajaran yang diujikan. Namun, lanjut Yanto, tim juga berkewajiban memberikan pendampingan konseling hingga mental spiritual. “Untuk mendukung kinerja dari tim ini didukung berbagai materi ajar mulai dari sukses UNBK yang berasal dari sumber dan referensi yang terpercaya,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Yanto, untuk kesiapan menghadapi ujian, tim sudah membuat jadwal pelatihan, di antaranya simulasi UNBK, pelaksanaan tryout hingga gladi bersih. “Untuk simulasi sudah dilakukan sejak Desember lalu. Rencananya simulasi dilakukan sebanyak tiga kali dan dilaksanakan pada Februari nanti,” katanya lagi.

Ditambahkannya, untuk jumlah siswa yang mengikuti UNBK di SMP Negeri 1 Saptosari berjumlah 160 anak. “Selain persiapan teknis, dalam menghadapi ujian kami juga menyiapkan perangkat komputer yang dibutuhkan para siswa untuk mengerjakan soal-soal,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karangmojo Suhartati. Menurut dia, meski UNBK masih beberapa bulan lagi, namun persiapan sudah mulai dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Untuk memaksimalkan hasil ujian, kami sudah membentuk tim sukses ujian,” katanya.

Dia menambahkan, selain membentuk tim sukses ujian, persiapan juga dilakukan dengan menambah jam belajar bagi para siswa dengan menggelar les sore. Selain itu, dalam pembelajaran juga menggunakan tutor sebaya, diharapkan dengan model ini maka pemahaman materi pelajaran dapat lebih maksimal sehingga wawasan siswa bertambah. “Harapannya dengan peningkatan kemampuan, maka hasil UN dapat lebih maksimal,” katanya.

Menurut Suhartati, yang tak kalah penting dalam UNBK adalah piranti komputer sebagai sarana mengerjakan soal. “Sudah kami siapkan lengkap dengan teknisi yang bertugas menangani saat ada permasalahan,” ungkapnya.