30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Sengketa Terminal Giwangan belum berakhir.
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja berharap pengambilalihan pengelolaan Terminal Giwangan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) disertai dengan persoalan sengketa asetnya.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Sekretariat Daerah Kota Jogja, Zenni Lingga mengatakan setiap persoalan pelimpahan kewenangan antar pemerintah selalu disertai tiga hal, yakni pendanaan, personel, dan sarana prasarana atau asetnya.
Namun, dalam proses pelimpahan Terminal Giwangan, kata Zenni, baru pendanaan dan personelnya yang ditanggung Kemenhub. Sementara persoalan asetnya belum jelas. "Harapan kami pengambil alihan itu menyangkut tiga hal tadi, termasuk persoalan asetnya," kata Zenni, Kamis (18/1/2018).
Zenni selaku tim pelimpahan aset Terminal Giwangan mengaku sudah berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan dan rencananya, tim dari Pusat akan meninjau langsung ke terminal. Namun sejak pelimpahan kewenangan awal 2017 lalu itu belum ada kabar lagi.
Dengan demikian, sambung Zenni, secara administratif status aset Terminal Giwangan masih melekat pada Pemerintah Kota Jogja. Di sisi lain pengelolaan sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. Hal tersebut diakuinya yang menjadi dilema Pemerintah Kota Jogja sehingga menjadi ganjalan ketika Pemerintah Kota Jogja akan membayar kewajiban soal sengketa asetnya.
http://m.solopos.com/?p=885052">Baca juga : Perkara Utang Bikin Sengketa Terminal Giwangan Menggantung
Menurut dia, yang paling memungkinkan adalah Terminal Giwangan statusnya adalah pinjam pakai oleh Pemerintah Pusat. "Tapi ini juga belum mendapat respon dari pusat," ujar Zenni.
Diketahui, Pemerintah Kota Jogja berkewajiban membayar ganti rugi atas sengketa aset Terminal Giwangan dengan PT.Perwita Karya. Nilai yang harus dibayar Pemerintah Kota sebanyak Rp56 miliar. Utang tersebut hingga kini belum dibayarkan dengan alasan alas haknya belum jelas.
http://m.solopos.com/?p=884010">Baca juga : Sengketa Tak Kunjung Selesai, Terminal Giwangan Terbengkalai
Hal tersebut pernah ditegaskan oleh Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. Heroe mengaku siap menganggarkan untuk membayar utang kepada PT. Perwita Karya. "Kami sebenarnya sudah bisa menyiapkan anggarannya, tapi perlu ada kepastian hukum supaya tidak ada kesalahan pembayaran," kata Heroe beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.
Produksi kapas Brasil, Australia, dan AS diproyeksi turun pada 2026/2027, sementara stok dunia menurun dan harga global berpotensi naik.
UGM menegaskan penanganan dugaan kekerasan seksual dilakukan transparan dengan mengutamakan keselamatan, hak, keamanan, dan pemulihan korban.
Kementerian Imipas mengungkap miras dan fasilitas mewah di Lapas IIA Cibinong merupakan milik narapidana kasus korupsi Jimmy Masrin.