Laut Selatan Mengganas, Nelayan Baron Nekat Melaut

26 Januari 2018 09:40 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Nelayan juga mengalami paceklik ikan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Nelayan Pantai Baron, di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul nekat melaut kendati cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi melanda Pantai Selatan.

Ketua kelompok Nelayan Sumadi mengatakan masih ada beberapa nelayan yang melaut. "Masih ada beberapa nelayan yang masih melaut sekitar 20an, walaupun ombak dan angin sedang tidak baik ini. Ya bagaimana lagi sudah pekerjaan sehari-hari dari pada menganggur," ujarnya, Kamis (25/1/2018).

Musim seperti ini sering disebut nelayan musim kedelapan. Saat musim kedelapan, angin sering tidak baik dan nelayan kesulitan jika berlayar ke tengah laut. Dia juga mengatakan di musim seperti ini tangkapan ikan juga cenderung sedikit. Hasil yang didapat menurutnya terkadang tidak sebanding dengan biaya bahan bakar yang dikeluarkan nelayan.

Salah seorang petugas Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Pantai Baron, Wasiman mengatakan ikan hasil dari nelayan berkurang cukup drastis. Kondisi tersebut sudah berlangsung hampir satu bulan. Dia mengatakan biasanya kondisi seperti ini terjadi pada Januari-Februari.

Kondisi cuaca seperti sekarang menurutnya berbahayasehingga banyak nelayan memilih tidak melaut. Kalaupun melaut tidak begitu jauh. "Bahaya juga jika musim seperti ini. Dulu pernah kejadian kecelakaan kapal nelayan juga beberapa tahun lalu, karena terlalu ke tengah melautnya. Beruntung bisa diselamtkan, karena ada kapal besar yang melintas," ujarnya.

Dalam kondisi cuaca seperti ini nelayan sekali melaut mungkin hanya mendapatkan sekitar tiga kilogram, terkadang malah tidak dapat sama sekali. Padahal jika cuaca sedang bersahabat, bisa membawa pulang puluhan kilogram ikan.