Advertisement
Sengketa Hak Waris dan Patok Tanah Masih Mendominasi di Sleman
Ilustrasi sertifikat. - JIBI/M. Ferri Setiawan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Sengketa tanah masih terjadi di Sleman. Hal itu diakui menjadi salah satu penghambat tercapainya target bidang tanah yang bersertifikat.
Kepala Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan BPN Sleman Nurul Kartika mengatakan, tahun ini ada 60.550 bidang tanah yang ditarget bersertifikat. Sayangnya, sengketa soal tanah masih mewarnai.
Advertisement
"Sengketa yang paling banyak terjadi yaitu sengketa hak waris tanah dan sengketa patok tanah," ujar dia kpada Harianjogja.com, Kamis(5/4/2018).
Sekretaris Desa Caturharjo Nilawati mengatakan, Pemerintah Desa Caturharjo selalu mengadakan sidang untuk menengahi sengketa tanah yang akan disertifikatkan. “Tiap Kamis kami menengahi beberapa pihak yang bersengketa, biasanya paling banyak sesama keluarga yang hak warisnya diserahkan pada pribadi atau kakak tertua, sementara adik-adiknya pada protes,” kata Nila pada Harianjogja.com.
BACA JUGA
Selain masalah hak waris tanah, menurut Nila terkadang ada juga yang mempermasalahkan terkait pematokan tanah. “Kadang ada yang bersengketa masalah patok tanah, antara pemilik bidang tanah yang satu dengan bidang tanah yang lain, tapi kalaulah itu tidak bisa diselesaikan, ya sudah kita tidak daftarkan kedua-duanya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Operasi Keselamatan Progo 2026: Tilang di DIY Turun 67 Persen
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Rabu 18 Februari 2026
- Bus DAMRI Jogja-YIA, Cek Jadwal Lengkap 18 Februari 2026
- Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 18 Februari
- Cuaca DIY Rabu 18 Februari 2026: Sebagian Besar Hujan Petir
Advertisement
Advertisement






