Jalur Alternatif di Sleman Mampu Mengatasi Kemacetan di Jalur Utama

Kendaraan bergerak menuju jalur alternatif Tempel-Prambanan pada Selasa (19/6/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
27 Juni 2018 21:15 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menilai jalur alternatif yang dibuka pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2018 cukup efektif mengatasi kemacetan. Diperkirakan jalur alternatif mampu mengurangi 25% kemacetan yang ada di jalur utama.

Kepala Dishub Sleman, Mardiyana, mengatakan selama operasi gabungan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2018, jajarannya mencatat tingkat kemacetan cenderung menurun. Salah satu upaya yang mampu menurunkan tingkat kemacetan adalah optimalisasi sejumlah jalur alternatif. “Jalur alternatif semuanya kami buka. Kami memperkirakan fungsional jalur alternatif turut mengurangi kemacetan sekitar 25%,” kata dia, Rabu (27/6/2018).

Selama arus mudik dan balik Lebaran 2018 diprediksi ada 1,6 juta mobil dan 2,7 juta sepeda motor yang melintasi Sleman. Oleh karena itu antisipasi kepadatan kendaraan telah dilakukan Dishub sejak jauh-jauh hari. Selain berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Sleman untuk memastikan kelaikan jalan, Dishub juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk segi pengamanan jalan. Dishub juga memasang sejumlah rambu lalu lintas serta lampu penerangan jalan sebelum H-7 Lebaran.

Namun demikian dalam Operasi Lebaran 2018 masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi. “Yang perlu dievaluasi untuk tahun depan mungkin terkait dengan rambu lalu lintas. Saat Lebaran kemarin kami membuka jalur baru sehingga perlu memperbanyak rambu lalu lintas petunjuk arah dan juga lampu. Harapannya pada 2019 nanti bisa lebih optimal lagi,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dishub Sleman, Sulton Fatoni, mengatakan sejumlah rambu portabel di sejumlah jalur alternatif mulai dipasang pada H-7 Lebaran. Total ada sebanyak 25 rambu lalu lintas portabel yang dipasang di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan.

Ada beberapa titik yang menjadi perhatian karena sering terjadi kemacetan atau penumpukan antrean kendaraan, salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah di Jalan Magelang, tepatnya di simpang empat Tempel. “Simpang empat Tempel biasanya terjadi antrean panjang [kendaraan], makanya diberi rambu untuk jalur alternatif,” kata Sulton, belum lama ini