Duh, Anggaran Dropping Air Bersih Gunungkidul Semakin Menipis

Kegiatan dropping air oleh BPBD Gunungkidul di Dusun Kayuareng, Pucanganom, Rongkop, Gunungkidul, Sabtu (7/7/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
30 September 2018 15:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kekeringan yang terus dialami sejumlah daerah menyebabkan anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul kian menipis.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan dari anggaran yang dialokasikan sebesar Rp638,345 juta saat ini tersisa sekitar Rp100 juta.

“Sudah terpakai sekitar Rp500 juta untuk menangani kekeringan, atau dropping ke masyarakat. Kami harapkan sisa dana yang ada bisa sampai akhir Oktober atau prediksi musim hujan datang,” kata Edy, Sabtu (29/9/2018).

Kekeringan ini dinilai semakin meluas, dari catatan awal BPBD Gunungkidul. Setelah sebelumnya beberapa titik yang dinilai tidak mengalami kekeringan, karena sudah teraliri PDAM, atau ada sumber air pada kenyataanya aliran tersebut terganggu. Sehingga warga mengalami kesulitan air.

Salah satunya yang mengajukan permohonan dropping terakhir yaitu di Dusun Pangkah, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Gunungkidul. “Saat ini kami juga terus mengedrop air bersih ke daerah-daerah kekeringan setidaknya enam tangki setiap harinya,” katanya.

Jika nantinya anggaran kekeringan tersebut habis, dan kekeringan masih melanda wilayah Gunungkidul dimungkinkan akan dikeluarkannya dana tidak terduga. “Bupati [Badingah] tentu tidak tinggal diam jika dana habis dan masih kekeringan. Masih ada dana tak tidak terduga yang dapat digunakan untuk dropping, jika dana sudah tidak mencukupi baru diberlakukan darurat bencana kekeringan,” ujar dia.

Dia mengatakan swasta juga diharapkan bisa membantu masalah kekeringan ini dengan bantuan dropping. Sebelumnya beberapa pihak juga mengirim bantuan baik melalui BPBD maupun langsung ke lokasi.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajad Ruswandono mengungkapkan Pemkab sudah berupaya menganggarkan untuk menanggulangi kekeringan. “Jika [APBD] murni tidak mencukupi, pada APBD perubahan akan kami usahakan,” kata Drajad.

Selain itu Drajad mengatakan masih ada cadangan dana tak terduga sekitar Rp5 Miliar-Rp6 Miliar jika memang mendesak dikeluarkan. Ia mengatakan pihaknya juga berupaya agar kekeringan tidak terjadi setiap tahunnya.