November, Angin Kencang dan Petir Bakal Melanda Jogja

Ilustrasi cuaca. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
28 Oktober 2018 07:50 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Wilayah DIY pada November akan memasuki musim hujan. Masyarakat diimbau waspada terhadap angin kencang dan petir yang akan sering terjadi.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Sleman, Agus Sudaryanto mengatakan petir dan angin kencang acap kali muncul di masa-masa pergantian musim seperti November. "Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon ketika hujan, selain karena pohon penghantar listrik, ranting-ranting pohon juga berbahaya jika jatuh," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (27/10/2018).

Agus mengatakan, wilayah Sleman bagian barat dan Kulonprogo bagian utara akan memasuki musim hujan pada 1-10 November mendatang. Wilayah Gunungkidul pada 20-30 November, dan daerah lainnya pada 11-20 November. "Semakin ke bulan November, kita akan sering melihat awan-awan kumulonimbus," jelas dia.

Ia menambahkan, seringnya cuaca berubah akhir-akhir ini merupakan gejala dari musim pancaroba. Cuaca kadang tampak mendung, kadang panas.

"Terjadi hujan lokal di beberapa wilayah, dan sering terjadi cuaca mendung tapi tidak turun hujan, itu adalah gejala pancaroba," lanjutnya.

Adapun untuk gelombang laut pada November tidak setinggi bulan-bulan sebelumnya. Gelombang laut diperkirakan setinggi 1,5 hingga 2,5 meter pada bulan depan.

Terkait dengan adanya petani yang sudah terlanjur menanam padi di beberapa daerah di DIY sehingga terancam gagal panen karena hujan tak kunjung turun, menurutnya karena spekulasi petani yang tidak tepat mengenai waktu turun hujan.

"Kalau bertanya kepada kami, kami tidak merekomendasikan untuk menanam padi pada bulan Oktober, dan sekarang beberapa sawah terancam kekeringan," ucap Agus.