Serunya 32 Pasar Rakyat di Bantul yang Kumpul Jadi Satu dalam Grebeg Pasar

Seorang pembeli membeli peralatan masak di stan milik Pasar Pleret pada acara Grebeg Pasar yang digelar di Pasar Seni Gabusan, Bantul, Rabu (14/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
14 November 2018 15:20 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 32 pasar rakyat di Bantul dipamerkan di satu tempat. Melalui acara bertajuk Grebeg Pasar yang digelar di Pasar Seni Gabusan, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Rabu (14/11), Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul selaku inisiator berupaya mengenalkan semua potensi pasar di Bantul.

Kepala Bidang Pengembangan Pasar Disdag Bantul Bambang Hudaliyanto mengatakan Grebeg Pasar digelar sejatinya untuk menjaga eksistensi dan konsistensi pasar tradisional. Terlebih dengan marak dan gencarnya gempuran toko modern, eksistensi menjadi modal penting bagi pasar tradisional untuk tidak tergeser dengan hadirnya toko modern. "Salah satu upaya Disdag agar pasar-pasar tradisional di Bantul tetap ramai, tidak kalah dengan toko modern adalah dengan Grebeg Pasar ini,” ucap dia di sela-sela acara, Rabu.

Dia tak menampik kehadiran toko modern tak pelak mempengaruhi keberadaan pasar-pasar tradisional. Terlebih jika pasar tradisional tak segera dibenahi, baik sarana dan prasarana maupun konsep pasarnya, penurunan omzet akibat kalah bersaing dengan toko modern, jelas tak bisa dihindari.

Dalam Grebeg Pasar, pihaknya menampilkan beragam barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Tak hanya itu, di acara itu, beragam jenis kuliner tradisional juga dijual. “Beraneka macam sayuran,sembako, bumbu dapur, dan peralatan masak dijual di sini. Makanan tradisional juga dijual seperti gethuk dan thiwul juga ada,” ucap Bambang.

Selain itu, di acara Grebeg Pasar, pihaknya juga menggelar acara untuk anak-anak, seperti misalnya lomba mewarnai. Selain untuk menambah semarak Grebeg Pasar, acara tersebut juga berguna untuk mengenalkan pasar tradisional sejak dini kepada anak-anak.

Dengan begitu, anak-anak nantinya tidak akan asing dengan pasar tradisional. Anak-anak, kata Bambang memang sejak dini harus dibiasakan untuk berbelenja di pasar tradisional.

Salah satu pedagang yang ikut andil dalam Grebeg Pasar, Siti mengatakan pasar rakyat itu murah dan dagangan yang dijual masih alami. Sebab bila berbelanja di toko modern, barang dagangannya sudah banyak yang terkontaminasi dengan bahan kimia. "Sayuran atau pun buah masih segar kalau di pasar tradisional dan bisa menawar harga," kata dia.