Jiffina 2019 Akan Dihadiri Buyer dari 50 Negara

Redaktur Pelaksana Harian Jogja Nugroho Nurcahyo (kanan) berdiskusi dengan Ketua Organizing Commitee Jiffina 2019 Endro Wardoyo (tengah) di Kantor Harian Jogja, Selasa (5/3/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
05 Maret 2019 18:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Event bertaraf internasional Jogja International Furniture and Craft Indonesia (Jiffina) 2019 kembali digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 13 Maret hingga 16 Maret 2019 mendatang. Sedikitnya buyer dari 50 negara akan hadir di pameran mebel terbesar di Indonesia ini.

Ketua Organizing Commitee Jiffina 2019 Endro Wardoyo menjelaskan, jumlah buyer pada Jiffina 2019 meningkat empat kali lipat dibandingkan gelaran pada 2018 silam. Jika sebelumnya total pameran tahun lalu hanya sekitar 3.800 namun, pada Jiffina 2019 yang sudah mendaftar sekitar 12.000 pengunjung dari luar negeri. Selain itu asal negara juga bertambah, jika sebelumnya hanya 40 negara, saat ini tercatat lebih dari 50 negara yang andil dalam Jiffina 2019.

"Berdasarkan register, banyak buyer dari negara yang sebelumnya tidak pernah hadir, ada Burundi, Israel serta beberapa negara Afrika dan Eropa Timur, tetapi masih didominasi Eropa. Jadi lebih dari 50 negara," terangnya saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Selasa (5/3/2019).

Besarnya minat negara lain itu tidak lepas dari kualitas pameran yang terus meningkat. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan para buyer pada tahun sebelumnya, Jiffina dinilai sebagai pameran mebel yang ditampilkan langsung dari produsennya, bukan penjual. Sehingga para pembeli dari luar negeri mendapatkan harga yang paling cocok dengan kualitas barang yang terbaik. Karena seluruh barang yang dipamerkan telah melalui proses seleksi standar ekspor, mulai dari proses mendapatkan kayu dengan cara legal hingga proses produksi yang mengedepankan kualitas.

"Kalau dibilang ya, harga standar internasional ini paling murah, karena buyer bisa langsung bertemu dengan produsen. Barangnya sekelas internasional, jarang dijual di pasaran Indonesia, semuanya kualitas bagus," katanya.

Panitia Bidang Buyer Jiffina 2019 Susilo menambahkan, karena besarnya antusias buyer itu, pihaknya menargetkan transaksi di ajang Jiffina 2019 mencapai 80 juta dolar Amerika Serikat, berbeda dengan 2018 hanya sekitar 64 juta dolar Amerika Serikat. Jumlah itu belum termasuk nilai transaksi lanjutan di luar pameran yang juga nanti akan dihitung.

Perbedaan menarik Jiffina dibandingkan pameran mebel lainnya yaitu, ada progran kunjungan langsung ke lokasi produsen mebel. Sehingga buyer bisa melihat langsung proses produksinya untuk lebih yakin. Pihaknya menyediakan seluruh akomodasi menuju lokasi tersebut, mulai dari wilayah DIY, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

"Misal nanti visitor factory itu buyer minta diantar ke lokasi yang di Bantul kami antar, ke Surabaya kami antar, ini yang menjadi kelebihan Jiffina," ujarnya.

Meski luas pameran hanya sekitar 8.640 meter persegi, namun melalui program kunjungan itu akan memberikan daya tawar tersendiri terhadap minat buyer. Pihaknya menawarkan sejumlah modul kepada peserta pameran, mulai dari stan berukuran 4 x 4 meter hingga 8 x 12 meter dengan menyesuaikan produk yang akan ditawarkan. "Sisi positifnya juga, para industri kecil menengah bisa langsung bertemu buyer, dibeli langsung bukan lewat perantara. Selain itu ada dampak untuk pariwisata juga karena ribuan orang dari luar negeri akan datang," ujarnya.