Jahe Merah Ditanam Serempak di 165 Kelurahan

Head of Marketing dan Public Relations PT Bintang Toedjoe, Sumarwoto (kiri) memberi cendera mata kepada Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY GKBRA Paku Alam X, Rabu (13/3/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
14 Maret 2019 06:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Program Taman Herbal Bejo (THB) Jahe Merah di wilayah DIY dimulai, Rabu (13/3/2019). Dibukanya program sinergi budi daya jahe merah antara perusahaan dengan komunitas ibu-ibu PKK itu menandai dimulainya gerakan menanam dan lomba taman herbal Bejo Jahe Merah untuk tahun ini.

Head of Marketing dan Public Relations PT Bintang Toedjoe, Sumarwoto mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan. Tahun ini, perusahaan tempatnya bekerja melibatkan 165 kelurahan di wilayah DIY. Masing-masing perwakilan dari kelurahan mendapatkan paket gratis berupa tiga kilogram rimpang jahe merah, 50-75 polybag, arang sekam, kompos dan hormon pertumbuhan. "Peserta juga mendapatkan pelatihan cara penanaman jahe merah," katanya di sela-sela kegiatan Kick Off THB Jahe Merah Jogja di Pendopo Kepatihan, Jogja, Rabu.

Penggunaan polybag sebagai media taman, kata dia, akan memudahkan peserta untuk menanam tanaman jahe. Tidak terpengaruh peserta punya lahan atau tidak. Dia menjelaskan, program gerakan menanam jahe merah tersebut bersifat kelanjutan.

Setelah peserta diberi bibit jahe merah dan pelatihan secara gratis, mereka juga diberi pendampingan untuk merawat taman Bejo jahe merah. "Pendamping yang maju dari PPL Fakultas Pertanian. Kami juga dampingi selama 10 bulan. Ini dilakukan agar bisa menghasilkan jahe merah yang bagus dan berkualitas," katanya.

Saat panen tiba, lanjutnya, PT Bintang Toedjoe yang merupakan produsen Bejo Jahe Merah, Produk Herbal Pilihan Untuk Masuk Angin akan membeli sesuai harga pasar. Misalnya untuk produk yang basah sekitar Rp15.000 perkilogram.

Bedanya, jika sebelumnya proses pembelian dilakukan secara keseluruhan maka tahun ini perusahaan akan melakukan sortir. "Jadi kami sortir dulu mana produk yang benar-benar berkualitas karena ini menyangkut industri farmasi. Bahan yang digunakan untuk pembuatan obat herbal harus berkualitas," katanya.

Disinggung soal potensi panen yang dihasilkan dari program tersebut, Sumarwoto menyebut setidaknya bisa mencapai satu ton. Hal itu tergantung dari keyakinan dan ketelatenan para peserta. Dengan demikian, lanjutnya, program tersebut dapat memberi manfaat secara ekonomi kepada masyarakat. "Makanya periode penanaman harus bersama-sama, bukan kesepuluh dipanen. Satu kali panen berapapun akan kami ambil sesuai dengan kualitasnya," katanya.

GKBRAA Paku Alam X sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY menyambut baik dimulainya program gerakan menanam jahe merah tersebut. Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat karena di samping berkhasiat bagi penanamnya juga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi. "Harapan kami bantuan jahe merah tentunya bisa betul-betul meningkatkan kesejahteraan di masyarakat," ujar dia.

Wakil Ketua 3 Bidang Pangan, sandang, Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga TP PKK DIY Asyantini mengaku hasil jahe merah yang sudah ia tanam selama ini sangat memuaskan. "Kuncinya bisa memelihara dengan baik. Saya tanam tiga kilogram, satu polybag bisa menghasilkan lima kilogram. Kalau satu kelurahan menghasilkan lima kwintal sangat bisa," katanya.