Operasikan Gedung IGD Baru, RSPAU Segera Miliki Paviliun Psikiatri

Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna saat meresmikan IDG RSPAU Hardjolukito, Senin (18/3/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
19 Maret 2019 05:37 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito telah memiliki gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang lebih representatif yang diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Senin (19/3/2019).

Marsekal Yuyu Sutisna mengatakan, dalam kunjungannya ke Jogja, ia menerima sertifikat akreditasi paripurna yang didapatkan RSPAU Hardjolukito. Sertifikat itu sebagai pengakuan kualitas keberadaan RSPAU sebagai rumah sakit pusat TNI AU yang berada di Jogja. “[Sertifikat paripurna] Ini suatu prestasi membanggakan,” terangnya, Senin (18/3/2019).

 Yuyu mengapresiasi, melalui dana swadaya RSPAU membangun IGD yang tadinya kecil dibuat lebih besar dan lebih representatif dari sebelumnya. Keberadaan IGD ini nantinya semakin meningkatkan layanan yang lebih baik kepada pasien. “Sehingga ketika ada pasien gawat, bisa langsung terlayani dengan baik,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, lanjutnya, RSPAU juga akan segera memiliki paviliun psikiatri yang secara khusus menangani pasien gangguan jiwa. Ini akan menjadi rumah sakit umum pertama di Jogja yang memiliki layanan khusus bagi pasien gangguan kejiwaan. Pembukaan paviliun ini tak lain, karena RSPAU saat ini sudah banyak dimanfaatkan masyarakat umum yang kebutuhan layanannya semakin bertambah.  

“Kami juga menerima ambulans hibah dari BNI. Semua fasilitas ini untuk meningkatkan kualitas RSPAU,  yang memberikan pelayanan kepada pasien baik masyarakat umum TNI dan Polri,” ujarnya.

Kepala RSPAU Hardjolukito Yogyakarta Marsma TNI Isdwiranto Iskanto menambahkan paviliun psikiatri nantinya menjadi tempat perawatan pasien kejiwaan dengan standar tinggi. Pavilliun untuk pasien penyakit jiwa ini akan dibangun satu lantai dengan menempati lahan sekitar 500 meter persegi di area kompleks. Fasilitas direncanakan lebih mewah dengan 12 hingga 14 kamar untuk tahap awal pembangunannya. "Kami membuat seperti ini untuk lebih membuat privasi pasien terjamin,” ujarnya.

Mengingat anyak pasien dengan sakit jiwa atau depresi datang dari kalangan orang mampu, tetapi seringkali mereka malu  jika dirawat di rumah sakit yang tidak memiliki akses untuk menjaga privasi. “Paviliun ini nantinya bisa untuk rehabilitas pasien terlibat narkoba,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu KSAU juga melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan paviliun psikiatri di kompleks RS Hardjolukito.