Pakai Kereta Klinik, KAI Periksa Kesehatan Warga

Seorang warga mengikuti pengobatan gratis di gerbong kereta api kesehatan di Stasiun Sentolo, Kecamatan Sentolo, Selasa (23/4/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
24 April 2019 06:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Jogja mengadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Stasiun Sentolo, Kecamatan Sentolo, Selasa (23/4/2019). Uniknya, pengobatan dilakukan di dalam kereta api kesehatan atau biasa disebut rail clinic.

Humas PT KAI Daop 6 Jogja Eko Budiyanto mengungkapkan klinik kereta yang digunakan merupakan generasi keempat. Terdiri dari dua gerbong layanan kesehatan dan dua gerbong untuk ruang perpustakaan.

Untuk gerbong layanan kesehatan, disediakan pelayanan tingkat pertama meliputi pemeriksaan umum, gigi, cek kehamilan dan mata. Ada pula ruang khusus laboratorium dan pelayanan kefarmasian. Dalam kegiatan pelayanan kesehatan kemarin, KAI bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Sentolo.

Sebanyak 400 masyarakat diundang untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. Warga yang mayoritas berasal dari sekitar Stasiun Sentolo itu diperiksa oleh tim medis dari internal PT KAI. Selain pengobatan, juga dilakukan pemberian bantuan 50 kacamata gratis kepada siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Sentolo dan SDN 3 Sentolo, serta beberapa bantuan lain di antaranya peralatan olahraga serta kebersihan.

“Bakti sosialnya merupakan kegiatan yang pertama kali di Stasiun Sentolo, tahun-tahun sebelumnya di Stasiun Wojo dan Delanggu. Pada 25 April mendatang di Stasiun Ceper [Klaten],” kata Eko di sela-sela kegiatan bakti sosial, Selasa.

Executif Vice President PT KAI Daop 6 Jogja Eko Purwanto menuturkan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian KAI kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur perkeretaapian. Dia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Di samping itu menjadikan masyarakat kian mencintai kereta api dengan lebih peduli terhadap keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. “Semoga dengan kegiatan ini masyarakat bisa memanfaatkannya untuk melakukan pengobatan gratis dan ikut menjaga aset PT KAI,” ujarnya.

Bakti sosial ini mendapat antusias masyarakat. Mereka memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memeriksa kesehatan. Salah satunya dilakukan Saijem, 65. Dia mengaku memiliki riwayat penyakit vertigo dan mata.

“Senang banget ada kegiatan ini dan saya baru pertama kali periksa di dalam kereta, ternyata fasilitasnya lengkap. Dokternya juga ramah-ramah,” kata Warga Dusun Gedangan, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo tersebut.

Hal senada diungkapkan Amanda, 10. Siswa SD N 2 Sentolo tersebut selain periksa kesehatan, dirinya turut mendapat bantuan kacamata. Amanda mengaku sebelumnya kesulitan fokus dalam pelajaran lantaran mengalami gangguan mata. Usai mendapat bantuan ini, dia berharap fokusnya meningkat.