PPP Klaim Didekati Sejumlah Bakal Calon Bupati Bantul

ilustrasi. - dok
08 Agustus 2019 17:42 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengklaim banyak didekati oleh partai politik besar. Tak hanya itu, partai berlambang kakbah itu juga mengaku didekati oleh beberapa bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Bantul, Hasyim Turmudzi membenarkan adanya pendekatan yang dilakukan oleh beberapa partai politik dan bakal calon bupati dan wakil bupati. Pekan ini saja, kata dia, sudah dua tokoh yang mengunjungi PPP. Namun Ia enggan menyebut dua tokoh yang santer diusulkan menjadi calon bupati tersebut.

Dalam beberapa hari ke depan beberapa partai politik besar juga mengajak untuk bertemu membahas koalisi. “Jadi kami tidak melakukan grilya ke partai-partai lain, justeru banyak didekati,” kata Hasyim saat dihubungi, Kamis (8/8/2019).

Meski sudah banyak tokoh yang santer akan mencalonkan diri dalam Pilkada 2020, namun belum ada yang bisa dipastikan. Untuk itu dia memaklumi lantaran tahapan pendaftaran bakal calon masih jauh sehingga hampir semua partai masih menimbang-nimbang. “Kami masih wait and see saja dulu,” kata dia.

Dalam pilkada 2020 mendatang Hasyim memastikan ikut berpartisipasi dan akan berkoalisi dengan partai lainnya untuk mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Pasalnya, dia menyadari PPP hanya memiliki dua kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul.

Terkait dengan calon usungan, dia mengaku PPP sudah menyiapkan dua tokoh yang akan diusulkan dalam koalisi. Kedua tokoh itu masing-masing adalah Kiai Rosyid Mulyadi dan Dyah Novi. Menurut dia, kedua tokoh tersebut layak diusung karena memiliki kapabilitas. Kiai Rosyid merupakan pimpinan Pesantren Ukhwatun Hasanah Bantul dan merupakan tokoh dari kalangan nahdlyin.

Sedangkan Dyah Novi merupakan pengusaha pemilik Kolam Renang Tirta Tamansari dari kalangan Aisyiyah yang merupakan organisasi otonom Muhammadiyah sekaligus menjabat sebagai bendahara di DPC PPP Bantul. “Jadi PPP kan rumah besar umat Islam, baik itu NU maupun Muhammadiyah,” ucap Hasyim.

Dia pun memastikan kader PPP sejauh ini tetap solid. Perpecahan yang terjadi dalam Pemilu 2019 beberapa waktu lalu diklaimnya sudah selesai. Seperti diketahui dalam Pemilu 2019 suara PPP anjlok, hanya memperoleh 32.711 dan hanya mengantarkan dua kursi di DPRD Bantul, yakni Eko Sutrisno Aji dan Jumakir.

Padahal pada 2014 lalu PPP memiliki enam perwakilan di DPRD Bantul dengan total suara sebanyak sekitar 60.000. Hasyim menyadari anjloknya suara PPP di pileg 2019 banyak faktor, mulai dari konflik internal pengurus pusat hingga kasus hukum yang menimpa ketua umum.