BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Polsek Girimulyo di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Jumat (28/6/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO--Bantuan droping air dari APBD Provinsi DIY sudah disalurkan bagi warga Kulonprogo yang kekurangan air bersih. Total sampai akhir Agustus ini, bantuan dari APBD Provinsi DIY sudah disalurkan sebanyak 136 tangki.
Bantuan tersebut menambah jumlah droping air yang disalurkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulonprogo. Berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), selama Agustus ini, total droping air ke seluruh wilayah Kulonprogo yang kekurangan air bersih sebanyak 256 tangki dengan masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter.
"Ada dari APBD [Pemda DIY] sebanyak 136 tangki, ditambah CSR [Corporate Social Responsibility] sebanyak 120 tangki untuk bulan ini," ujar Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos P3A Kulonprogo, Sumiyati pada Selasa (27/8/2019).
Bantuan droping air dari Pemda DIY datang sejak awal bulan ini. "Setiap tahun Dinsos DIY selalu mengalokasikan anggaran untuk mengantisipasi kekurangan air bersih atau kekeringan di musim kemarau. Bantuan diberikan pada tiga kabupaten yaitu Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul," tutur Sumiyati.
Mengingat musim kemarau yang masih berlangsung dan diperkirakan sampai Oktober nanti, kemungkinan droping air bersih akan terus dilakukan. Ia mengatakan, warga yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih selama musim kemarau bisa mengajukan droping air ke Pemkab Kulonprogo.
"Bisa mengajukan proposal, nanti diajukan ke Bupati. Ada tembusan dari pihak desa dan kalau bisa juga dari kecamatan agar mereka juga mengetahui masalah warga," ucap Sumiyati.
Ia mengatakan, sampai saat ini bantuan dari Pemkab Kulonprogo melalui APBD Kabupaten urung diberikan karena status kekeringan belum sampai darurat. "Saat ini yang masih kekurangan air bersih ada di beberapa wilayah seperti Samigaluh, sebagian desa di wilayah Girimulyo, sebagian desa wilayah Kokap, dan Nanggulan sebagian kecil," kata Sumiyati.
Apabila sudah ada status darurat, maka anggaran kedaruratan dari Pemkab Kulonprogo pun akan digunakan. Tahun ini anggaran kedaruratan disediakan sebanyak Rp3,6 miliar salah satunya untuk penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan sebelumnya anggaran kedaruratan tersebut sudah digunakan untuk menanggulangi banjir Maret lalu. Kini, anggaran yang tersisa sebanyak Rp1,6 miliar. "Kalau untuk kekeringan di musim kemarau kami akan keluarkan apabila sudah dibutuhkan dan sudah ada status darurat," ujar Ariadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.