Taman Etalase Batu Ngingrong Sepi Pengunjung

Suasana Taman Batu Ngingrong, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Senin (12/11/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
09 September 2019 20:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULTaman Etalase Batu Ngingrong di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, sepi pengunjung. Lokasinya yang berdekatan dengan Gua Ngingrong, tak membuat lokasi ini banyak dikunjungi wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Supartono, menjelaskan Taman Etalase Taman Batu Ngingrong dibangun pada 2015 dengan menghabiskan anggaran Rp5 miliar. Sayangnya, meski menghabiskan banyak anggaran, tidak banyak wisatawan yang datang. "Saat ini kami masih menata taman agar wisatawan tertarik untuk datang," kata Supartono, Senin (9/9/2019).

Supartono mengatakan saat ini Taman Etalase Batu Ngingrong masih dalam tahap pengembangan. Fasilitas yang sekarang ditambah di antaranya pemasangan ikon batu calsedon di depan, pemasangan lampu, dan papan informasi. "Ke depan akan dibangun gedung teater. Dengan begitu bisa menjadi rintisan destinasi wisata edukasi," ucapnya.

Ketua Pokdarwis Jagad Lega Gua Ngingrong, Suwarno, membenarkan jika angka kunjungan wisatawan ke Taman Etalase Batu Ngingrong masih sangat minim. Menurutnya, taman batu tersebut saat ini dikelola Dinpar Gunungkidul. "Yang punya wewenang untuk menata Dinas Pariwisata Gunungkidul," katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan upaya untuk mendukung pengembangan destinasi Taman Etalase Batu Ngingrong yang menjadi bagian dari Geopark Gunungsewu terus dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan yakni memasukkan pengetahuan tentang geopark ke dalam muatan lokal di kurikulum pendidikan.

“Dengan begitu sekolah bisa mengajak anak didiknya agar berkunjung dan mengenal geopark sehingga ke depan anak-anak bisa paham bagaimana meningkatkan pariwasata tanpa merusak kawasan yang dilindungi,” katanya.