Jumantoro Kembali Duduki Jabatan Direktur PDAM Tirta Binangun

Proses pelantikan Jumantoro sebagai Dirut PDAM Tirta Binangun di Ruang Menoreh, Gedung Binangun, Kompleks Sekretariat Daerah Kulonprogo, Senin (9/9/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
10 September 2019 15:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Jumantoro kembali dingkat menjadi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo. Jumantoro untuk ketiga kalinya sejak 2011 karena dianggap memiliki kinerja baik dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengatakan pelantikan pelantikan itu didasari oleh sejumlah pertimbangan, salah satunya diambil dari hasil laporan dewan pengawas dan auditor independen akuntan publik. Kedua entitas ini menilai kinerja Jumantoro selama menjabat sebagai direktur di BUMD itu tergolong baik.

"Dari hasil laporan dewan pengawas atas kinerja beliau selama menjabat, kemudian juga hasil audit dari auditor independen dalam hal ini akuntan publik yang ternyata hasil akhir audit itu menyatakan kinerjanya baik," kata Sutedjo kepada awak media usai membacakan sumpah jabatan Jumantoro menjadi Dirut PDAM Tirta Binangun di Ruang Menoreh, Gedung Binangun I, Kompleks Sekretariat Daerah Kulonprogo, Senin (9/9/2019).

Sutedjo mengatakan salah satu kinerja Jumantoro yang dianggap baik karena mampu mengembangkan BUMD tersebut lewat sejumlah program, di antaranya pengembangan produk Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) asli Kulonprogo, yakni AirKu.

PDAM di bawah komando Jumantoro, lanjutnya juga berhasil menjalin kerjasama dengan Angkasa Pura 1 perihal ketersediaan air bersih di Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Berkat kerjasama itu, kawasan bandara kini telah mendapat pasokan air.

Sutedjo menerangkan pelantikan kembali dirut BUMD ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) no 54/2017 tentang BUMD dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) no 37/2018 tentang pengangkatan anggota dewan pengawas dan direksi BUMD.

Dalam PP no 54/2017 menyebutkan direksi BUMD bisa menjabat hingga dua periode. Namun ketika Permendagri no 37/2018 terbit, disebutkan dirut yang sedang menjabat dianggap sebagai masa jabatan pertama.

"Jadi kalau ada yang sudah menjabat dua kali, tapi terus terbit permen itu maka dianggap baru sekali sehingga boleh menjabat lagi. Nah pak Jumantoro ini baru dianggap satu kali menurut Permen tadi. Beliau masih boleh menjabat satu masa jabatan lagi. Regulasinya demikian," paparnya.

Pada periode mendatang, ketugasan Jumantoro selain melanjutkan program yang sudah ada, juga harus mengawal program-program baru seperti MoU antara Kulonprogo, Gubernur DIY dan pihak yang akan mengerjakan program air bersih di Kamijoro. Dia juga bertanggung tanggung jawab terhadap penyediaan air bersih di kawasan Industri Sentolo, dan program menaikkan air bersih dari Sungai Progo ke Samigaluh, yang sudah berjalan tiga tahun tersebut. "Ini harus berlanjut," tegas Sutedjo.

Jumantoro bertekad bakal menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang menjadi kewenangan PDAM Tirta Binangun. Salah satu yang terdekat yakni pengembangan saluran air dari Sungai Progo lewat pipa eksisting ke kawasan YIA, Kecamatan Temon. Saat ini pasokan air di bandara baru 11 liter per detik. Dia mentargetkan, saat operasional penuh bandara, pasokan air bisa bertambah menjadi 40 liter per detik.

"Untuk layanan di bandara sudah kami awali sejak 2018 kemarin, tapi memang ada beberapa hal yang harus kami kembangkan lagi, karena sekarang masih temporer dan harus segera kami selesaikan sebelum operasional penuh. Saat ini baru 11 liter per detik, tapi nanti bisa 40 liter per detik saat operasi penuh. Sekarang untuk awal masih mencukupi," jelasnya.

Selain layanan air ke bandara, pihaknya juga akan menyelesaikan program menaikkan air Sungai Progo ke wiayah Kecamatan Samigaluh.  Pengembangan AirKu juga akan dilakukan agar agar minat masyarakat mengkonsumsi produk ini lebih meningkat. 

"Kami juga sudah siapkan beberapa program baru terkait pengembangan sambungan rumah, ada juga pilot project untuk kawasan-kawasan tertentu yang mana semua rumah nanti bisa menikmati air minum PDAM," ujarnya.