BTS Konser di Jakarta Desember 2026, Harga Tiket dan Jadwal Resminya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Tugu Pal Putih Jogja, salah satu bagian dari sumbu filosofis/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah mengatakan, tidak mudah dan butuh waktu lama dalam penentuan trase atau jalur tol dari Solo-Jogja menuju Bawen dan Kulonprogo.
Kepala DPUP-ESDM DIY Hananto Hadi Purnomo menjelaskan titik-titik tol yang ditetapkan tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dia menyontohkan keberadaan exit toll di wilayah Maguwoharjo, Sleman. Di kawasan ini, banyak lokasi wisata dan industri. Termasuk keberadaan Stadion Maguwoharjo.
"Bahkan ada rencana Kabupaten Sleman akan membentuk Kawasan Ekonomi Khusus [KEK] Pariwisata di sekitar. Nah keberadaan exit tol ini salah satu tujuannya untuk menumbuhkan ekonomi baru disebuah kawasan," katanya, Jumat (13/9/2019).
Contoh lainnya, lanjut Hananto, exit toll yang akan dibangun menuju KEK Industri di wilayah Sentolo, Kulonprogo. Apalagi Pemkab Kulonprogo juga berencana untuk memindahkan ibukotanya menjadi Wates Baru yang difasilitasi dengan keberadaan exit toll. Pertumbuhan kawasan ekonomi juga diperkirakan muncul juga di sekitar junction tol di wilayah Seyegan, Sleman.
"Penentuan trase tol ini luar biasa lamanya. Sebab kami mengawal kebijakan Gubernur agar tol tidak berdampak negatif bagi masyarakat Jogja. Oleh karenanya, kami berharap agar masyarakat dan pemerintah setempat bisa menyiapkan peluang untuk membangun kawasan ekonomi baru," katanya.
Dibangunnya tol di atas Ring Road, katanya, menjadi pilihan yang ideal. Selain meminimalisasi pembebasan lahan, bangunan jaringan tol di lokasi tersebut juga dinilai tidak menabrak sumbu filosofis DIY. Terdapat perbedaan antara sumbu filosofis dengan garis imajiner.
Sumbu filosofis membentang dari Tugu Pal Putih, Kraton Jogja hingga Panggung Krapyak. Sementara garis imajiner membentang dari Merapi, Kraton hingga Laut Selatan. "Yang tidak boleh ditabrak itu sumbu filosofis. Jadi meskipun tol berada di atas Ring Road, itu tidak memotong sumbu filosofis itu," kata Hananto.
Penetapan lokasi sendiri, kata Hananto, ditetapkan sesuai dengan RTRW baik pusat maupun daerah. Adapun Detail engeneering design (DED) akan muncul setelah lelang selesai. "Untuk lelang sendiri menjadi kewenangan Pusat. Kami bertugas untuk mengawal agar rencana pembangunan tol sesuau dengan kebijakan yang digariskan oleh Gubernur," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan siap diberangkatkan ke Arafah secara bertahap.