Kesulitan Pakan, Petani Rela Jual Ternak

Ilustrasi kambing. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
09 Oktober 2019 23:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bencana kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Gunungkidul tak hanya berdampak pada sektor pertanian. Di Kecamatan Patuk, sejumlah peternak mulai ancang-ancang menjual hewan ternak mereka lantaran ketiadaan pakan hijauan seperti rumput.

Salah seorang peternak kambing asal Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Bambang Subowo, 54, mengaku saat musim kemarau rumput yang biasa digunakan untuk pakan habis mengering. Lantaran ketiadaan pakan, peternak terpaksa mengandalkan pakan konsentrat atau biasa disebut komboran. Padahal, bahan untuk komboran lebih mahal dibanding pakan hijauan. "Komboran terdiri dari beberapa jenis pakan konsentrat, dan harganya cukup mahal," kata Bambang kepada Harian Jogja, Senin (7/10/2019).

Bagi peternak yang memiliki modal cukup, membeli bahan komboran bukan masalah. Namun bagi peternak yang modalnya cekak harus mencari solusi untuk memberi pakan ternaknya. "Solusinya, peternak yang rata-rata punya dua sampai tiga hewan piaraan harus menjual salah satu ternaknya, dan hasilnya untuk membeli pakan konsentrat," paparnya. Menurutnya, cara tersebut merupakan solusi agar mereka tetap bisa bertahan melewati musim kemarau.

Peternak lainnya, Warsinem, 59, mengaku hanya mengandalkan komboran untuk pakan sapi miliknya. Lantaran harga pakan konsentrat yang mahal, dirinya harus rela menambah jam kerja sebagai pekerja bangunan agar bisa membeli pakan. "Sapi saya hanya satu, jadi tidak ada yang bisa dijual untuk membeli pakan," ujarnya. Selain mengandalkan komboran, Warsinem mengaku mengandaljkan jerami kering untuk pakan sapi miliknya.