Perempuan Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta Api Setelah Tak Hiraukan Klakson

Tim Inavis bersama PMI Kulonprogo tengah mengevakuasi jasad korban tabrakan kereta api di Driyan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Selasa (9/10/2019). - Ist/ Dok warga
10 Oktober 2019 00:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Mukijem, 53, warga Driyan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates tertabrak kereta api yang sedang melaju di rel KM 513 + 434 Petak jalan Wates-Wojo, tepatnya di sebelah barat palang pintu pelintasan kereta sisi barat, Driyan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Selasa (9/10/2019).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.10 WIB itu menyebabkan korban tewas seketika. Kerasnya benturan membuat tubuh perempuan paruh baya itu terpental sejauh 50 meter dari lokasi tabrakan.

"Kami baru dapat laporan sekitar pukul 05.00 WIB, saat tiba di lokasi kejadian, korban sudah dinyatakan meningal dunia, PMI dan Tim Inafis Kulonprogo langsung melakukan evakuasi kemudian dibawa ke RSUD wates," terang Staff Humas PMI Kulonprogo Wisnu Rangga, saat dikonfirmasi Rabu sore.

Kapolsek Wates Komisaris Polisi Endang Suprapto menerangkan berdasarkan keterangan sejumlah saksi termasuk sang Masinis KA 54A Taksaka, korban sudah diperingatkan oleh warga sekitar untuk menyingkir dari tengah rel.

Masinis juga sudah berupaya memperingatkan korban lewat klakson kereta yang dibunyikan berkali-kali. Namun yang bersangkutan tetap tidak menyingkir hingga akhirnya tabrakan tak terhindarkan.

Dari keterangan pihak keluarga, lanjut Endang, korban diketahui mengidap penyakit kejiwaan. Malam sebelum kejadian, korban juga sempat pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Barulah keluarga korban dapat kabar dari kepolisian jika Mukijem dinyatakan tewas tertabrak kereta api.