Masjid Sheikh Zayed Solo Gelar Festival Haji dan Kurban 50 Sapi
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.
Becak kayuh melintas saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6/2019). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-- Uji coba Malioboro bebas kendaraan pada Selasa (5/11/2019) menyisakan sampah yang berserakan.
Penutupan Jalan Malioboro tiap Selasa Wage untuk pedestrian banyak mendapat apresiasi masyarakat. Namun permasalahan baru muncul dengan penumpukan sampah di ikon wisata Kota Jogja tersebut.
Anggota Forum Pemantau Independent (Forpi) Kota Jogja, Baharudin Kamba mengatakan, sampah kerap ditemukan menumpuk di Pasar Sore.
Selain itu, banyak guiding block yang hilang.
Karena itu, Forpi berharap petugas menindak tegas pengunjung atau wisatawan yang membuang sampah sembarangan. "Karena banyak sampah yang dibuang sembarangan sehingga terkesan kumuh. Ini akan merusak citra kawasan Malioboro,” ujarnya, Selasa (5/11/2019).
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan, uji coba semi pedestrian Malioboro tiap Selasa Wage di satu sisi sangat postif karena menjadi destinasi wisata baru. Namun, di sisi lain muncul persoalan sampah.
Terkait masalah itu, kata dia, Dishub DIY berencana melakukan uji coba pedestrian di luar Selasa Wage. “Kita akan uji cobakan diluar Selasa Wage, karena itu sudah menjadi event,” kata Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo di Kepatihan, Yogyakarta.
Dia mengatakan, uji coba di luar Selasa Wage untuk melihat kondisi real di lapangan. Bagaimana permasalahan sampah, kepadatan di jalur sirip, ataupun tingkat kunjungan hotel di Jalan Malioboro.
“Kita akan koordonasikan dengan Dishub Kota sebagai leading sector. Kita akan membackup,” ucapnya.
Menurut Sigit, rencananya uji coba dilaksanakan mulai bulan ini sebanyak dua kali yakni, pada hari biasa dan akhir pekan.
“Tapi, kapan kepastiannya belum ada keputusan hari dan tanggalnya. Termasuk untuk melakukan jalur searah dengan melakukan pemindahan rambu di jalur sirip, seperti di Jalan Mataram, dan seputaran Malioboro.
Sigit mengakui, kebijakan kawasan semi pedestrian ini akan menimbulkan pro kontra di masyarakat. Hal itu dinilai wajar karena kebijakan tersebut diterapkan untuk kebaikan semua pihak. Baik bagi tukang becak, pemilik toko ataupun masyarakat umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.