Warga Terdampak Tol Dijanjikan Ganti Untung, Forpi Ingatkan Jangan Konsumtif

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
20 November 2019 22:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pembangunan tol Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen di wilayah kabupaten Sleman perlu mencermati dimensi sosial dan ekonomi. Upaya sosialisasi yang menyeluruh juga harus dilakukan. Pelatihan keterampilan dan kapasitas masyarakat yang tergusur juga perlu jadi sorotan.

Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Sleman Hempri Suyatna mengatakan jangan sampai muncul di masyarakat budaya konsumtif oleh warga terdampak dari hasil ganti untung. "Paradigma infrastruktur untuk kesejahteraan rakyat," ujar Hempri, Rabu (20/11/2019).

Pembangunan jalan tol juga bak koin yang punya dua sisi. Ada sisi positif dan negatif. "Akan berdampak positif ketika dampak-dampak negatif bisa diminimalkan, kesiapan masyarakat baik dari dimensi sosiologi dan ekonomi masyarakat juga tak lupa diperhatikan," terangnya.

Tak hanya itu, beberapa hal yang harus diperhatikan juga bagaimana keberlangsungan kawasan hijau atau lumbung pangan, pertanian yang nantinya terpaksa dipasangi beton beton kokoh pembangunan tol. "Sehingga perlu ada diskusi dan perencanaan yang matang," tegasnya.

Terkait dengan narasi ganti untung, Hempri juga menyinggung jika warga terdampak bisa saja untung secara ekonomi dan belum tentu untung secara aspek sosial.

"Mereka punya duit tapi mereka harus tercerabut dari lahan pertanian garapannya, dan juga kehidupan sosial masyarakat, kenyamanan tidak bisa dihitung dengan uang," paparnya.