Manfaat Penanaman Sabuk Hijau Bandara Kulonprogo Harus Dirasakan Warga Terdampak

Ilustrasi penanaman pohon mangrove . - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
17 Desember 2019 23:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES - Penanaman sabuk hijau di selatan Yogyakarta International Airport (YIA) diharapkan tak hanya berdampak pada keamanan lingkungan bandara, tetapi juga jadi program pemberdayaan untuk masyarakat sekitar, utamanya warga terdampak.

"Area selatan bandara, diharapkan bisa menjadi kawasan hijau, multifungsi, dan masyarakat setempat dapat menanfaatkannya untuk mendongkrak perekonomian, itu harapan kami," kata Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, Selasa (17/12/2019).

Akhid mengatakan sabuk hijau selain berfungsi untuk menahan abrasi, juga bisa dimanfaatkan sebagai wisata edukasi. Sehingga masyarakat yang berkunjung, selain menikmati wisata alam, bisa sekaligus menambah ilmu pengetahuan. Potensi ini perlu ditangkap oleh Pemkab Kulonprogo.

Dalam pengelolaannya bisa melibatkan masyarakat sekitar, atau para petambak udang yang terdampak penggusuran proyek tersebut. Keterlibatan warga juga diperlukan sejak proses penanaman.

Sayangnya hal itu belum dilakukan pemkab. Politis PDIP ini menilai pemerintah kurang peka terhadap aspirasi masyarakat dan pemilik tambak udang di selatan YIA yang lahannya digunakan untuk sabuk hijau.

Pemkab lanjutnya mempunyai kewenangan untuk melakukan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Yogyakarta, selaku pelaksana kegiatan terkait keterlibatan masyarakat dalam program tersebut. Oleh karena itu pihaknya, mendesak sebelum dilakukan penanaman, harus dipikirkan secara matang mekanisme perihal keterlibatan masyarakat.

Kasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) BPDASHL Yogyakarta Agung mengatakan dalam penanaman sabuk hijau, jawatannya telah menjalin kerjasama dengan masyarakat dan pemilik lahan tambak udang. Adapun masyarakat yang diajak dalam proses ini adalah petambak yang terdampak penertiban tambak udang.

Agung mengatakan keikutsertaan masyarakat dalam kerjasama ini masih sebatas sebagai tenaga kerja. Setelah proses tersebut rampung, belum diketahui bagaimana nasib masyarakat. "Untuk awalan, kita memang akan libatkan masyarakat," ucapnya.

Dijelaskan Agung program penanam sabuk hijau di selatan YIA saat ini baru memasuki rancangan kegiatan. Rencananya garis pantai sepanjang 3,5 kilometer, akan ditanam sedikitnya 50.000 pohon. Proses penanaman baru akan dilakukan setelah seluruh tambak udang diratakan. Untuk saat ini Pemkab Kulonprogo masih melakukan proses penggusuran yang ditarget rampung pada awal tahun depan.