DPRD Bantul Temukan Proyek Pembangunan 4 Sekolah Bermasalah, Ini Bantahan Disdikpora

Anggota Komisi C DRPD Bantul, Suradal, menunjukkan kualitas kayu kusen jendela SD Pucung, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, saat menyidak sekolah tersebut, beberapa hari lalu. - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
23 Desember 2019 07:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko, angkat bicara soal hasil temuan Komisi C dan D DPRD Bantul mengenai proyek pembangunan empat sekolah dasar yang bermasalah di Kabupaten Bantul.

Isdarmoko tak menampik material yang digunakan untuk membangun SD Pucung, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, memang tidak sepenuhnya menggunakan material baru. "Sejak [perencanaan] awal memang tidak semuanya [material] menggunakan baru, karena ini bukan rehab total. Ini hanya perbaikan," katanya, Minggu (22/12).

Dia menjelaskan berdasarkan perencanaan ada dua kegiatan. Awalnya, yang di SD Pucung itu hanya perbaikan, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata kuda-kuda dan juga beberapa material harus terpaksa diganti. “Nah yang prioritas itulah yang kami kerjakan, karena itu sangat berbahaya," tambahnya.

Alhasil dana sekitar Rp1 miliar lebih tersebut dialolasikan untuk beberapa bagian yang sangat berbahaya sepeti kuda-kuda dan juga bagian atap kelas di SD Pucung.

Isdarmoko juga menepis bahwa temuan volume genting yang seharusnya di kontrak 74,36 meter kubik namun hanya dikerjakan rekanan dengan jumlah 35 meter kubik.

“Tidak seperti itu, intinya itu 35 meter kubik itu berdasarkan evaluasi dan juga perencanaan, jadi itu sudah sesuai bahwa tidak ada yang baru, termasuk gentingnya juga yang tidak harus baru dan juga kusen jendela," tegasnya.

Meski begitu, dinasnya tetap akan memanggil sejumlah pihak seperti rekanan, konsultan perencana, konsultan pengawas termasuk, PPK, guna meluruskan polemik tersebut.