Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Tiga petugas kepolisian mengecek tempat penemuan kerangka manusia di Dusun Karangjati, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Senin (23/12/2019). /Suara- Baktora
Harianjogja.com, BANTUL--Penemuan kerangka manusia di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul membongkar peristiwa misterius tentang seorang perempuan bernama Ayu Selisa yang hilang sejak sepuluh tahun lalu.
Kejadian itu menyisakan cerita di luar nalar. Pasalnya ibunda dari Ayu Selisa yang tak lain merupakan menantu dari pemilik rumah (Waluyo) tempat ditemukannya kerangka manusia pernah mendapat mimpi aneh. Dalam mimpinya, ia seperti diberi petunjuk oleh anaknya yang telah hilang selama 10 tahun untuk bertemu di resapan septik tank milik Waluyo. Septic Tank itulah yang menjadi tempat ditemukannya kerangka manusia.
"Ada informasi dari ibu mbak Seli bahwa ia mendapat mimpi bertemu anaknya. Dalam mimpi itu ibu Seli di awe-awe (diberi isyarat) untuk mendekat ke septik tank rumah milik pak Waluyo," tutur ketua RT 07 Dusun Karangjati, Suparno saat ditemui di Pasar Niten, Bantul Senin (23/12/2019).
Mimpi tersebut didapatkan ibu Seli ketika tujuh hari dan 40 hari meninggalnya suami Seli, Edi Susanto karena gantung diri.
"Jadi saat tujuh hari kematian mas Edi, dia (ibu Seli) mendapat isyarat tersebut. Nah ketika 40 hari kematian Edi, ibu Seli mendapat isyarat yang sama," katanya.
Suparno menuturkan jika sebelumnya dia mendengar kabar bahwa polisi mendapat permintaan tolong dari ibu Seli untuk mencari anaknya. Pasalnya istri dari Edi Susanto tersebut tak kunjung terlihat sejak 2009 silam.
"Warga sebenarnya tidak terlalu paham kemana orang ini (Seli) pergi. Kami menduganya dia kembali ke Kepuh, Yogyakarta. Tapi beberapa dari kami mendengar jika ibu Seli ini mencari keberadaan anaknya. Tapi saya tidak mendapat informasi jelas di mana keberadaan dia," ujarnya.
Suparno pun enggan menduga-duga atau mengaitkan soal hilangnya Seli dengan penemuan kerangka yang ada di kampungnya.
"Ya cerita (mimpi ibu Seli) itu tidak tahu apakah yang mengarahkan penemuan kerangka manusia atau tidak. Namun ada sejumlah petunjuk dengan ditemukannya surat wasiat yang dibuat mas Edi," jelas dia.
Edi Susanto, anak dari Waluyo diketahui menulis surat wasiat sebelum ditemukan gantung diri. Isi dari pesan tersebut salah satunya menyinggung bahwa Edi ingin menyusul kakeknya serta sang istri.
"Kata-kata ingin menyusul istrinya ini yang menaruh kecurigaan orang-orang. Tapi hal itu menjadi ranah kepolisian untuk menyelidiki. Yang jelas kasus ini bisa segera selesai dan mengungkap siapa kerangka tersebut. Harapannya kejadian seperti ini tidak lagi terjadi," kata Suparno.
Hingga kini kasus tersebut masih terus didalami pihak kepolisian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap identitas dan kejadian yang terjadi di lingkungan rumah milik Waluyo itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.