Talut Kali Winongo Ambrol, Warga Sudah Ingatkan Pekerja Jangan Asal-asalan Saat Membangun

Warga menunjukan bagian talut Jembatan Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, yang ambrol pada Selasa (7/1/2020) pagi. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
08 Januari 2020 02:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Warga di Jarakan, Panggungharjo, Sewon, Bantul sudah mengingatkan pekerja pembangunan jembatan di wilayah tersebut agar tidak asal-asalan dalam mengerjakan proyek. Namun, nyatanya, talut jembatan itu ambrol, Selasa (7/1/2020) pagi.

Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian ambrolnya talut sepanjang sekitar 10 meter dan tinggi enam meter tersebut, namun ambrolnya talut itu bisa merembet pada jembatan dan rumah warga. Padahal proyek Rp1,4 mliar tersebut baru diresmikan beberapa hari lalu.

Ketua RT 05 Jarakan, Suratijo menyatakan sejak tiga bulan lalu atau saat pengerjaan talut, ia bersama warga sudah mengingatkan pekerja untuk tidak asal-asalan dalam membangun talut. Bahkan pihaknya sudah melaporkan dugaan ketidakberesan pengerjaan talut kepada Pemerintah Kabupaten Bantul.

“Tiga bulan yang lalu warga sudah menyarankan bahwa pembangunan talut itu tidak layak. Saya sendiri sudah menyampaikan ke Bupati langsung, katanya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujar Suratijo.

Ia juga meminta semua konstruksi talut sekitar jembatan harus dibangun ulang karena khawatir ambrol dan membahayakan warga.

Pantauan Harianjogja.com, talut yang ambrol tepat di bagian selatan Sungai Winongo, masuk Dusun Kaliputih. Talut yang ambrol tersebut juga mengancam satu rumah warga milik Sri yang pemiliknya tinggal di Semarang. Retakan tanah terlihat dari bekas ambrolnya talut. Selain itu di beberapa bagian talut baik di sisi selatan maupun utara kali Winongo memang terlihat ada retakan-retakan. Tanah sekitar talut juga kurang padat dan berpotensi teradi longsor.

Dari informasi yang ada di papan sekitar jembatan, Jembatan Jarakan tersebut tersebut dikerjakan oleh CV. Kurnia Mandiri dengan nilai kontrak Rp1.463.210.000. Jangka waktu pengerjaan selama 160 hari kalender terhitung sejak 9 Juli 2019.

Kepala Dinas PUPKP Bantul, Bobot Arifiaidin mengatakan pengerjaan jembatan dan talut itu masih dalam proses pemeliharaan. Pihaknya akan meminta kontraktor untuk membangun kembali talut yang ambrol. “Akan dilakukan perbaikan dengan segera,” kata Bobot, melalui sambungan telepon.

Soal spesifikasi bangunan talut yang dinilai tidak sesuai, Bobot mengaku sudah dicek dan tidak ada masalah soal spesifikasi bahan bangunan talut. Menurut dia, ambrolnya talut tersebut karena beberapa faktor, di antaranya kondisi tanah sekitar talut ambrol adalah tanah uruk sehingga mudah ambrol saat terkena genangan air. Selain itu bagian selatan Kali Winongo tersebut merupakan bagian yang tergerus air setiap saat karena posisinya tikungan.