Pengin Jadi Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi Berburu Kendaraan Politik

Wakil Bupati Immawan Wahyudi saat mengambil formulir pendaftaran calon bupati di kantor DPD Golkar Gunungkidul, Jumat (14/2/2020-Harian Jogja - David Kurniawan
14 Februari 2020 16:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi serius maju sebagai bakal calon bupati dalam Pilkada 2020. Selain maju lewat PAN, ia juga mengambil formulir pendaftaran penjaringan bakal calon bupati yang dibuka oleh DPD Golkar Gunungkidul.

“Ini saya ambil formulir. Besok [hari ini] akan saya kembalikan sebagai syarat untuk ikut dalam penjaringan bakal calon bupati,” kata Immawan kepada wartawan, Jumat (14/2/2020).

Sebagai kader PAN, ia mengaku tidak berjalan sendiri. Kedatangannya ke DPD Golkar sudah melalui izin dan sepengetahuan dari partai. Terlebih lagi, PAN tidak bisa mengusung calon sendiri karena hanya mendapatkan enam kursi di DPRD Gunungkidul. “Saya sudah izin ke DPW PAN DIY dan DPD PAN Gunungkidul,” ungkapnya.

Menurut dia, selain dengan Golkar, juga melakukan komunikasi dengan partai lain. Hanya saja, sambung Immawan, komunikasi tetap mengacu dalam aturan dan garis kepartaian di PAN.

Sekretaris DPD PAN Gunungkidul, Anwarudin mengatakan, dirinya ikut mendampingi saat Immawan Wayhudi mengambil formulir penjaringan di DPD Golkar Gunungkidul. Menurut dia, proses pendaftaran yang dilakukan juga sebagai bagian dari komunikasi politik karena dalam pilkada partainya tidak bisa mengusung calon sendiri. “Butuh sembilan kursi DPRD agar bisa mengusung calon dan kedatangan ke Golkar juga bagian untuk memenuhi syarat tersebut dengan membuka komunikasi politik,” katanya.

Udin menjelaskan, hingga saat ini komunikasi masih sangat cair karena belum ada satu pun yang menyatakan akan berkoalisi. “Masih sebatas komunikasi dan penjajakan untuk maju bersama dalam pilkada,” katanya.

Disinggung mengenai penjaringan di internal PAN, Udin ada tiga nama yang diusulkan. Selain Immawan Wahyudi, ada Rektor UNY Sutrisna Wibawa dan Mayor Sunaryanto. “Sudah kami usulkan terkait hasil penjaringan di internal partai,” katanya.