BBWSSO Siapkan Pengendali Banjir di Kawasan Bandara YIA

Pekerja menyelesaikan pembangunan landasan pacu pada proyek pembanguan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo, Kamis (20/09/2018). - Harian Jogja/ Desi Suryanto
22 Februari 2020 05:47 WIB Sunartono Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Sejumlah pekerjaan akan dilakukan seperti pembangunan prasarana pengendali banjir di kawasan strategis nasional (KSN)YIA pada Sungai Bogowonto serta anak sungai dan daerah aliran sungai (DAS) Serang.

Posisi YIA sendiri diapit oleh dua sungai, di sisi timur merupakan Sungai Serang dan sisi barat adalah Sungai Bogowonto yang berbatasan dengan Purworejo. Kondisi ini mulai disiapkan sejak awal, mengingat diperkirakan akan tumbuh berbagai jenis pembangunan pendukung di sekitar YIA.

Kabid Perencanaan dan Program BBWSSO Pramono menjelaskan pihaknya turut menyiapkan sejumlah prasarana terutama berkaitan dengan pengendalian sumber daya air di KSN YIA. Upaya yang dilakukan antara lain menangani dua sungai yang mengapit YIA, yaitu Bogowonto dan Serang dengan membangun prasarana pengendali banjir. Kegiatan ini sebagai pendukung agar sumber daya air yang berada di KSN YIA bisa terkelola dengan baik.

“Tahun ini [2020 mulai dibangun] [dengan sistem] multiyears tiga tahun, untuk pembangunan prasarana pengendali banjir. Memang saat ini kami fokus juga ke KSN YIA ini,” katanya saat ditemui Harianjogja.com, Jumat (21/2/2020).

Selain, itu akan dilakukan pembangunan pengaman muara sungai Bogowonto. Rencananya akan dibangun jeti atau pemecah ombak di muara sungai tersebut. Mengingat kondisi sungai tersebut memiliki kecenderungan bergerak ke timur, sehingga perlu untuk dibangun semacam penahan di muaranya. “Kami lakukan berbagai upaya sejak dini agar KSN YIA ini tetap nyaman [bagi masyarakat], dan aman dari genangan,” katanya.

Selain sungai, pihaknya juga sudah merencanakan untuk konsep drainase kawasan aerotropolis. Konsep itu diharapkan air bisa dikelola dengan baik sehingga ke depan di kawasan aerotropolis YIA juga aman dari genangan.

“Untuk aerotropolis ini kami konsepkan untuk drainase, RID [rencana induk drainase]. Karena kami perkirakan perkembangan akan cepat sekali, ini perencanaan drainase sudah kami susun, soal siapa nanti yang akan membangun bisa dikoordinasikan dengan Pemda DIY maupun kabupaten, kami akan sinkronkan konsep kami dengan konsep pemda dan pemkab,” ucapnya.

Kasi Pelaksanaan BBWSO Shakti Rahadiansyah menambahkan konsep RID itu lebih pada penanganan drainase perkotaan terutama di sekitar YIA. Apalagi sebagai bandara internasional, tentu ada persyaratan tertentu yang ke depan tidak boleh ada genangan dengan ketinggian tertentu di sekitar YIA sehingga drainase harus disiapkan. “Sehingga perkotaan Wates akan jadi penanganan selanjutnya, RID 2021, drainase perkotaan kawasan Wates dan sekitarnya. Saat ini masih dipetakan,” ucapnya.

Ahli Perencanaan BBWSSO Rr. Vicky Ariyanti mengatakan bentuk kegiatan untuk pengendalian banjir dua sungai dilakukan seperti memperbaiki tanggul, pengerukan sedimen supaya kapasitas tampungnya sungai menjadi bertambah. Kemudian ada pembebasan lahan dan konstruksi juga untuk pembangunan muara Sungai Bogowonto.

“Seperti proteksi tebing, termasuk drainasenya juga, kami bangun drainase yang lebih besar lebih punya kapasitas pengaliran lebih tinggi, sehingga tidak ada genangan. Sungai ditangani dan channel mana yang perlu dibangun. Jadi saat ini kan sudah ada drainase [yang dibangun] Angkasa Pura [di dalam YIA], nanti di luar [kompleks YIA] kami yang akan sambungkan,” katanya.