Cuaca Jogja Hari Ini: Sleman dan Kota Jogja Diguyur Hujan
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
Dari kiri ke kanan, Bupati Sleman Sri Purnomo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, , HB X, Komandan Korem M Zamroni dan Wakapolda DIY Brigjen Kartoyo di Puskesmas Turi Sleman, lokasi evakuasi siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat melakukan susur Sungai Sempor, Jumat (21/2/2020) malam. /Harian Jogja-Hafid Yudi Supraba
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai adanya unsur guru tidak mempertimbangkan keselamatan siswa dalam kasus susur sungai yang menghilangkan 10 nyawa SMPN 1 Turi. Seharusnya guru melihat kondisi cuaca dan mengindahkan peringatan masyarakat.
Sultan HB X menyatakan meski pun pelaksanaan kegiatan para siswa SMPN 1 Turi Sleman berada di kawasan wisata, pihaknya tidak akan mempermasalahkan objek wisatanya. Karena sejatinya pangkal masalah itu ada di pembina pramuka yang tidak memahami dan mengantisipasi situasi, kondisi serta dampaknya. HB X menegaskan pembina pramuka tersebut tentu tidak bisa memberikan alasan mengapa tetap meminta anak masuk ke sungai di saat musim hujan.
"Bukan masalah protapnya [kawasan wisata], masalahnya itu mestinya juga paham pembina [pramuka] itu juga harusnya paham, ini kan masih anak SMP, kenapa di musim hujan seperti ini menyusur sungai, itu alasannya apa, kan enggak ada alasan, kan enggak ada alasan," katanya di sela-sela Penyampaian Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) 2019, di salah satu hotel di Kota Jogja, Senin (24/2/2020).
Apalagi menurut informasi, kata Sultan, warga sekitar sudah mengingatkan, tetapi guru tetap melanjutkan kegiatan tersebut. Dengan demikian guru tersebut sangat tidak mempertimbangkan keselamatan siswa.
"Faktualnya [guru] yang ditahan itu kan justru gigih tetap mempertahankan [untuk tetap melanjutkan kegiatan], kan sudah diingatkan masyarakat juga, itu lho. Berarti apa, [berarti pembina pramuka tersebut] tidak menjaga keselamatan, gitu lho, justru dia yang tua," ucapnya.
Pemda DIY menurutnya sudah sering menyampaikan imbauan melalui BPBD DIY agar mengantisipasi berbagai dampak bencana di musim hujan.
"Kami kan sudah mengeluarkan imbauan lewat BPBD hati-hati jangan berada di sungai dan sebagainya kan sudah dikeluarkan," ucapnya.
HB X menegaskan pasca peristiwa SMPN 1 Turi tersebut Pemda DIY tidak perlu menutup kawasan wisata minat khusus berbasis air di lingkungan pedesaan. Karena hakekatnya tidak ada masalah dengan objek wisatanya. "Tidak perlu harus tutup," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.