Ratusan Atlet Nasional Ikuti Kejuaraan Panahan Waroeng SS 2026, Ada Peserta Kanada
Sebanyak 499 atlet dari 12 provinsi dan Kanada mengikuti Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 di Bantul.
Raja Belanda Willem Alexander (kiri) disambut GKR Mangkubumi saat tiba di Regol Keben Kompleks Kraton Yogyakarta, Rabu (11/3/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X menemui Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima di Kraton Jogja, Rabu (11/3/2020).
Dalam pertemuan itu Sultan mengatakan kedua pihak hanya berkomunikasi ringan.
Seperti pihak Raja Belanda yang menyampaikan soal kunjungannya ke Kraton bersama orang tuanya saat ia masih menjadi pangeran Belanda.
"Beliau dulu pernah ikut ibunya, pada waktu ke sini, [berkunjung ke Kraton] waktu itu pangeran Willem ikut. Sekarang posisinya beda [sekarang datang sebagai raja], kembali ke sini ngobrol saja," ujarnya, Rabu.
Sultan mengatakan kunjungan Raja Belanda tersebut lebih melanjutkan agenda orang tuanya yang sebelumnya memiliki hubungan erat dengan Kraton Jogja. "Karena pada waktu tahun lalu membuka museum naskah Indonesia di Leiden kan anak-anak diundang, jadi mereka kenal. Hanya sekadar ngobrol biasa. Beliau waktu masih pangeran kan sudah ke tempat yang lain, seperti ke Toba, Kalimantan itu meneruskan perjalanan kakek dan orang tuanya," ucapnya.
Kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Kraton Jogja merupakan rangkaian dari sejumlah kegiatan di Indonsia. Rombongan tiba di lingkungan Kraton sekitar pukul 10.50 WIB. Setibanya di regol Srimanganti disambut oleh sejumlah putri kraton, antara lain GKR Mangkubumi, GKR Condro Kirono dan GKR Maduretno serta sejumlah menantu Sultan, seperti KPH Wironegoro, KPH Purbodiningrat dan KPH Yudonegoro.
Rombongan kemudian masuk menuju kompleks inti kraton dan disambut oleh Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X dan permaisuri GKR Hemas di depan Regol Donopratopo. Sultan mengenakan pakaian lengkap kebesaran sebagai Raja Kraton Jogja dengan bawahan kain motif parang serta atasan motif bunga warna merah muda dan topi berupa Kuluk Kanigiro. Selanjutnya Sultan mengajak raja dan ratu Belanda menuju ke Gedhong Jene.
Di dalam Gedhong Jene, Sultan bersama raja dan ratu Belanda menggelar pertemuan tertutup sekitar 15 menit. Selanjutnya keluar menuju teras Gedhong Jene, saat itu tampak komunikasi antara keduanya, di mana ada dua orang abdi dalem yang membawa cindermata di dalam kotak kaca berisi miniatur blangkon warna perak.
Rombongan kemudian berjalan ke arah sisi selatan Gedhong Jene untuk melihat sejumlah manuskrip kraton yang dipamerkan. Sekitar 10 menit kemudian rombongan bergerak menuju Bangsal Kencana dengan disambut iringan suara Gamelan. Di bangsal ini raja dan ratu Belanda serta Sultan berkut keluarga Kraton duduk menghadap ke timur untuk menyaksikan Beksan Lawung Ageng yang dimainkan oleh KHP Kridhomardowo. Rombongan kemudian menuju Bangsal Maniis untuk makan siang bersama.
Dubes Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja menyatakan kunjungan itu merupakan silaturahmi dari Kerajaan Belanda. Raja Belanda tetap menghendaki kunjungan tersebut meski pun di tengah merebaknya virus corona.
"Sehingga kunjungan tetap dilaksanakan karena hubungan Indonesia dengan Belanda sedang baik-baiknya, beliau memilih Jogja karena ingin silaturahmi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 499 atlet dari 12 provinsi dan Kanada mengikuti Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 di Bantul.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Nicolas Batum mengumumkan pensiun setelah 18 musim di NBA. Ia menutup karier dengan 11.553 poin dan dua medali perak Olimpiade.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.