200 Orang di Bantul Terkait Erat dengan Klaster Covid-19 Jamaah Tabligh, Tersebar di 2 Kecamatan

Ilustrasi - Freepik
08 Mei 2020 15:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul masih terus menelusuri mereka yang menjali kontak erat dengan pasien Covid-19 dari klaster Jamaah Tabligh Jakarta. Sampai saat ini, Dinkes Bantul sudah menemukan 200 orang yang berkontak erat dan tersebar di Kecamatan Banguntapan dan Piyungan.

“Totalnya ada 200-an kontak erat khusus Jamaah Tabligh, mereka ada di Banguntapan dan Piyungan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Jumat (8/5/2020).

Proses penelusuran masih terus dilakukan melalui puskesmas setempat. Sementara, ada enam orang di Bantul yang berkaitan erat dengan klaster Jamaah Tabligh Gowa, Sulawesi Selatan. Keenam orang tersebut sudah menjalani rapid diagnostioc test (RDT) Corona dan satu orang menunjukkan hasil reaktif. Dia langsung  dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC). Sementara lima orang lainnya negatif dan akan menjalani RDT kedua.

Adapun penelurusan klaster Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) sudah sampai lima orang dan satu di antara mereka positif Covid-19. Sri Wahyu mengatakan kemungkinan sudah tidak ada lagi yang perlu ditelusuri dari klaster GPIB di Bantul. Sementara dari klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur, ada dua santri yang reaktif dari hasil tes RDT.

Di sisi ain, dua pasien terbaru positif terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19) di Bantul adalah suami istri asal Kecamatan Piyungan. Keduanya tertular virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 dari klaster Jamaah Tabligh Jakarta.

Suami istri tersebut yakni laki-laki usia 48 tahun dan perempuan usia 44 tahun. Mereka bagian dari tujuh orang sekeluarga dengan hasil tes cepat rapid diagnostic test (RDT) reaktif pada 30 April lalu.

Sri Wahyu mengatakan kedua pasien positif Covid-19 tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul. Lima anaknya juga dirawat di rumah sakit yang sama dengan ruangan berbeda.

“Yang lima orang anaknya masih menunggu hasil tes swab,” kata Sri Wahyu.

Ia mengatakan keluarga tersebut diduga tertular dari kerabatnya yang ikut dalam rombongan jemaah tablig akbar Jakarta.

Kepala Bagian Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih, mengatakan suami istri yang positif Covid-19 saat ini sudah mendapatkan penanganan di ruang isolasi secara terpisah. Sang suami satu ruangan isolasi bersama dengan pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Banguntapan, sedangkan sang istri ditempatkan di ruang isolasi yang berbeda.

Sementara kelima anaknya yang dinyatakan reaktif rapid test saat ini masih menunggu hasil swab dari laboratium. Kelima anak dari suami istri positif Covid-19 menempati satu bangsal yang dikhususkan untuk ke lima anak tersebut sembari menunggu hasil swab keluar, “Kalau hasil pemeriksaan swab keluar [dan dinyatakan positif] maka dipindah ke ruang isolasi khusus untuk pasien positif Covid-19,” kata Siti.