Nekat Melaut saat Gelombang Besar, 2 Nelayan Terhantam Ombak di Muara Sungai Serang

Kondisi kapal tempel yang terbalik di Muara Sungai Serang, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Senin (11/5/2020). - Ist
11 Mei 2020 12:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Akibat dihantam ombak besar, sebuah perahu tempel terbalik di Muara Sungai Serang, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Senin (11/5/2020). Beruntung peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu tidak menelan korban jiwa. Dua orang nelayan yang berada di perahu itu bisa menyelamatkan diri.

"Dua nelayan dalam kondisi selamat, namun perahunya rusak berat, jaring dan mesin perahu tentunya juga rusak, untuk kerugian belum bisa ditaksir," ujar Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko saat dikonfirmasi Harian Jogja, Senin (11/5/2020) siang.

Aris menerangkan peristiwa itu bermula saat Marto Tawin, 65, asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah bersama Maryono, 45, warga Kalurahan Kedundang, Kapanewon Temon, Kulonprogo, hendak melaut menggunakan perahu tempel bernama Pawit Laksana. Sejak lepas bersandar dari pantai, Marto, yang bertindak sebagai tekong sudah memacu perahu berwarna merah kombinasi oranye itu dengan kencang.

Saking kencangnya, perahu itu meninggalkan dua perahu lainnya yang juga sama-sama hendak melaut. Hingga tiba-tiba muncul gelombang besar. Namun saat dua perahu di belakang Pawit Laksana memutuskan putar balik, Marto masih nekat memacu perahunya. Bahkan lebib cepat dari sebelumnya.

Nahas, perahu itu gagal menembus ombak tersebut, hingga menyebabkan perahu terbalik. Beruntung Marto dan Maryono berhasil selamat tanpa luka sedikitpun. Mereka bahkan masih kuat berenang sendiri ke tepian.

"Saat anggota kami ke sana, kedua nelayan itu sudah ada di tepian, namun saat itu perahu masih di perairan, lalu kami bersama beberapa warga melakukan evakuasi," ucap Aris.

Aris mengatakan sejak beberapa pekan terakhir ini, ombak pantai selatan memang sedang ganas-ganasnya. Tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 hingga empat meter. Sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan laut. "Pada 3 Mei kemarin juga ada laka laut, kasusnya sama menimpa perahu nelayan," jelas Aris.

Dengan kondisi gelombang yang seperti itu, Aris mengimbau agar para nelayan bisa menunda dulu niatnya melaut. Lebih baik mengutamakan keselamatan, daripada mempertaruhkan nyawa.